Daerah

Gubernur Sultra Dampingi Menko Pangan Dialog dengan Petani Konsel

334
×

Gubernur Sultra Dampingi Menko Pangan Dialog dengan Petani Konsel

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, berdialog langsung dengan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Pambulaa Jaya

KONAWE SELATAN – LENSASATU.COM || Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, berdialog langsung dengan petani dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyerap aspirasi petani sekaligus memperkuat kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dalam dialog tersebut, Zulkifli Hasan menekankan sejumlah langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian, mulai dari kepastian harga gabah, ketersediaan pupuk, mekanisasi pertanian hingga pengembangan bibit dan varietas unggul. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan peningkatan produktivitas pertanian berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Menko Pangan menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) saat ini berada di kisaran 131, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sekitar 103. Pemerintah terus mendorong peningkatan NTN hingga 120 sebagai bagian dari upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan.

BACA JUGA :  Penambang Resmi Bersurat ke Polres Bone, Minta Tambang Ilegal Ditertibkan

Pada sektor tanaman pangan, pemerintah menjaga harga gabah di tingkat petani hingga Rp6.500 per kilogram serta membenahi tata kelola dan distribusi pupuk agar lebih mudah diperoleh petani. Pemerintah juga mendorong mekanisasi melalui penggunaan alat dan mesin pertanian, termasuk mesin tanam dan panen, untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas.

Pengembangan bibit dan varietas unggul juga terus dilakukan meskipun Indonesia telah mencapai swasembada beras. Riset dan inovasi pertanian diarahkan untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus berkembang.

BACA JUGA :  Hari Koperasi Nasional, Bupati Ruksamin : Koperasi Berperan Penting Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Dukungan tersebut turut diwujudkan melalui penyerahan bantuan pupuk non-subsidi sebanyak 3 ton, terdiri atas 1,5 ton Urea dan 1,5 ton NPK, kepada kelompok tani Desa Pambulaa Jaya. Bantuan tersebut diserahkan sebagai bagian dari dukungan terhadap kebutuhan sarana produksi pertanian.

Selain pupuk, pemerintah juga membuka dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur pertanian, termasuk bantuan pompa air yang dapat diajukan melalui mekanisme permohonan. Percepatan pembangunan bendungan juga terus didorong untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Zulkifli Hasan juga menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada produksi beras, tetapi mencakup pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Pemerintah mendorong pengembangan budidaya perikanan di desa-desa dengan target mencapai 40.000 desa sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

BACA JUGA :  Penyusunan Perda Rencana Penanggulangan Bencana Dimulai dengan Seminar Penyusunan Naskah Akademik

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka yang mendampingi Menko Pangan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan Pemerintah Provinsi Sultra terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Sinergi pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk memastikan berbagai kebijakan dan dukungan sektor pangan dapat menjangkau petani serta menyesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Rembuk Tani tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Eko Hendro Purnomo, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sultra Muhammad Fadlansyah, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, Wakil Bupati Konawe Selatan Wahyu Ade Pratama, Bupati Konawe Yusran Akbar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra Muhammad Taufik, serta jajaran Kemenko Pangan, PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian dan kelompok tani Desa Pambulaa Jaya.

Editor:redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *