Daerah

Didatangi Polantas Polres Bone, Ibu Tiga Anak Ini Menangis

815
×

Didatangi Polantas Polres Bone, Ibu Tiga Anak Ini Menangis

Sebarkan artikel ini

BONE,LENSASATU.COM – Nurdina seorang ibu rumah tangga di Dusun Laiwa, Desa Manajeng, Kecamatan Libureng Kabupaten Bone tak bisa menahan tangis haru saat menerima bantuan santunan dari Personel Satlantas Polres Bone bersama DPD Legend Kiwal Garuda Hitam Kabupaten Bone, Jumat (13/09/2024).

Ia tak menyangka, di tengah kondisi serba kesulitan secara ekonomi masih ada yang memikirkan nasibnya, Dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diterimanya.

BACA JUGA :  Silaturahmi ke Forkopincam Barebbo, Kapolsek Iptu Dodie Hadiahkan Bibit Durian Musang King

” Alhamdulillah terimakasih kepada kapolres Bone dan kasat Lantas sudah mau memperhatikan Kami, pemberian ini sangat meringankan beban saya, ” kata Nurdina

Kapolres Bone AKBP Erwin Syah melalui Kasat Lantas AKP Asep Wahyudi mengatakan bahwa selain dalam menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke-69, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian meringankan beban terhadap sesama.

BACA JUGA :  Wakili Pj. Gubernur, Sekda Sultra Hadiri Acara Silaturahim Pemprov. Sultra Bersama Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Periode 2025-2030

“Bantuan yang diberikan memang tidak banyak, namun hal tersebut merupakan salah satu upaya dalam meringankan beban mereka yang membutuhkan, tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD Legend Kiwal Garuda Hitam Kabupaten Bone Andi Muh Ridwan juga langsung membantu penyediaan 2 truck pasir untuk bahan bangunan rumah Ibu Nurdina.

Yang tinggal bersama dengan tiga orang anak, dua diantaranya masih balita di gubuk reyot berukuran sekitar 3 x 4 meter terbuat dari kayu dan bambu, dan sang suami merantau keluar daerah untuk bekerja.

BACA JUGA :  Diduga Asal Jadi, Proyek Peningkatan Struktur Jalan Air Ketimbai Tungkal Baru Selesai Dikerjakan Sudah Ada Keretakan

Terlebih alas tempatnya tidur hanya kasur lantai tipis yang sudah kumal, berdinding terpal serta kayu dan bambu gubuknya sudah lapuk.

Ketiganya begitu merasakan embusan angin yang menerpa badan panas di siang hari maupun dinginnya malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *