BONE, LENSASATU.COM – Kabupaten Bone harus mandiri berdiri dikaki sendiri dengan mengelola PAD secara mandiri juga tidak perlu berharap APBD l dan berharap dari pusat.
Hal itu diungkapkan Andi Asman Sulaiman calon Bupati Bone nomor urut 3 didepan seluruh anggota Komunitas Ancol Phatenk dan tamu undangan Jl.Lansat Kelurahan Macanang, Rabu (13/11/2024) malam.
” Karena kita mempunyai potensi yang luar biasa cuman hanya kolaborasi, intergrasi yang dilakukan belum optimal, contoh kita ini kaya dengan laut dataran yang luas banyak pegunungan artinya potensi kabupaten bone jauh lebih besar, ” Ungkapnya.
Selain itu, Daerah kabupaten Bone harus memiliki bandara udara yang besar, pelabuhan Pelni serta pelabuhan logistik kontainer maka Bone bisa menjadi lebih baik, tetapi kalau hal itu tidak ada Bone begitu begitu saja tetap menjadi jalur transit bukan tujuan.
Andi Asman juga menuturkan, Bone ini sudah mejadi lumbung pangan sejak zaman pemerintahan Soeharto presiden RI ke ll hingga di pemerintahan Joko Widodo, tapi masih lemah dalam penganan pasca panen.
Untuk itu, kata Andi Asman, Pertanian menjadi unggulan yang memiliki potensi besar untuk mandiri, kalau panen padi itu 129 ribu hektare dibawah keluar dari kabupaten Bone, akhirnya jasa perdagangan dan ekonomi semakin melambat.
” Sebab itu Padi nya dibawah keluar dengan kedaan berbentuk gabah dan kembali ke Bone dijual berbentuk beras, sementara ampasnya juga di jual sama kita kemudian jagung ada 60 ribu Hektare, ” Katanya.
Kemandirian Bone sangat berpotensi untuk bersaing dengan daerah yang berkembang, kedepannya di kepemimpinan Beramal pemerintah harus berkeadilan tidak ada namanya tebang pilih.
” Dikepemimpinan Beramal nanti tidak ada pilih kasih pelayanan sama antara yang derajatnya tinggi dan rendah, pembangunan harus merata di kota maupun didesa, ” Pungkasnya.













