DaerahPendidikan

Ribuan Peserta Pawai Hijratul Rasul Padati Jalan Jend. Ahmad Yani

652
×

Ribuan Peserta Pawai Hijratul Rasul Padati Jalan Jend. Ahmad Yani

Sebarkan artikel ini

BONE-LENSASATU.COM|| Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri menetapkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H jatuh pada 30 Juli 2022, untuk memeriahkan momen 1 Muharram atau tahun baru Islam 1444 H Kantor Kementrian Agama ( Kemenag) Kab. Bone menggelar Pawai Ta’aruf Hijratul Rasul, Sabtu (30/7/2022)

Pawai Hijratul Rasul ini dipusatkan di pelataran kantor kemenag kab. Bone jl. Jend Ahmad Yani, Macanang kec. Tanete Riattang Barat. yang dilepas lansung oleh Kepala Kemenag Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum., dengan rute Ahmad Yani menuju depan kantor BNI, lalu ke jalan Mangga, jalan KH. Agus Salim, jalan Sukawati, jalan Langsat dan kembali berkumpul di kantor kamenag Bone

 

 

Kegiatan tersebut Sudah menjadi agenda tahunan di Bumi Arung Palakka, menyambut tahun baru Islam 1444 Hijriah yang menggelar pawai ta’ruf sebagai bentuk syiar Islam dan suka cita menyambut 1 Muharram, yang di ikuti oleh Ribuan peserta terdiri dari pelajar siswa-siswi mulai tingkat MI, TPQ hingga MA dan beberapa Pondok Pesantren.

BACA JUGA :  Hindari Mobil Box, Mobil Kijang Inova Terjun ke Sawah

Seperti pondok pesantren Al Maarif Bilae yang termasuk pesantren yang baru berdiri pada tahun 2018 di desa Lappo Ase kecamatan Awang Pone, dan baru dikenal pada tahun 2019 Salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut.

 

Syahruddin, S.Pdi., selaku pemimpin pondok pesantren mengatakan untuk memeriakan kegiatan ini ia telah mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari pakaian santri, Atribut dan yel-yel nya

 

Ada yang memakai Almamater, ada yang Makai jubah ada juga yang memakai sarung dan sajadah dipundaknya kemudian memegang Al-Qur’an kemudian ada pulau yang memakai surban lengkap dengan jubahnya.” Pungkasnya

Syahruddin, S.Pdi., jas Hitam, pimpinan Pondok pesantren Al Maarif Bila Desa Lappo Ase

Keanekaragaman tersebut menandakan telah terjadi perubahan atau peralihan antara jaman jahiliah menuju ke jaman yang lebih baik. Hal ini dituturkan oleh Syahrudin kepada Awak media.

BACA JUGA :  Proyek Sustainable Landscapes! Bone Satu di Antara Tiga Daerah di Indonesia Yang Terpilih.

 

Ini pertama kali kami mengikutkan banyak santri dikarenakan antusias santri untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut jadi hampir semua santri kami ikut, dan ada 75 santri yang ikut terbagi dua kelompok antara santri pria dan Wanita” Tuturnya

 

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone H. Wahyuddin Hakim Mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana dan hanya melibatkan 5 kecamatan yakni Kec. Tanete Riattang, kec. Tanete Riattang Barat, kec. Tanete Riattang Timur , kec Awangpone dan Kec. Barebbo.

Kepala Kemenag Kab. Bone, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum

Kita tidak melibatkan semua karena ini hanya kegiatan pawai merayakan siar Islam menyambut tahun baru Islam 1 Muharram” kata Kepala Kemenag

 

Selanjutnya beliau menjelaskan  “ pesertanya Maksimal satu kelompok 50 orang terdiri dari, Majelis Taglim, Kepala KUA sesuai kec. masing2 mengikutkan Penyuluh, Penghulu, Pondok Pesantren , Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), APRI, Asosiasi penghulu kab. Bone, Pokjawas , Pokjahulu, PAI, Asosiasi Guru Islam Pendidikan Agama Islam.” Jelasnya

BACA JUGA :  Bupati Konawe Utara H.Ruksamin Resmi Melantik Safruddin Menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Defenitif

 

Kepala Kemenag juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh Personil dari Polres Bone dan DISHUB kab. Bone yang telah bekerjasama telah melakukan pengamanan Sehingga kegitan tersebut berjalan dengan baik aman dan lancar.

 

Pawai tersebut menceritakan tentang Hijratul Rasul dimana Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah inilah yang merupakan tonggak awal pembentukan masyarakat Islam yang mandiri dan berdaulat. Karena itu, ia bernilai penting dan tak tergantikan dalam sejarah keemasan Islam.

 

Dalam hijrah itu, Nabi bersama Abu Bakar ash-Shiddiq sang sahabat terkasih menempuh perjalanan panjang ratusan kilometer, termasuk bertahan 3 hari di Gua Tsur, menuju tempat yang sebelumnya bernama Yatsrib dan telah berubah nama jadi Madinah sampai sekarang.

 

 

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *