BONE, LENSASATU.COM – Sejumlah orang tua siswa mengeluh terkait mahalnya uang seragam dan infaq di Madrasah Negeri, Hal itu terjadi diduga mulai pada tingkat Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs) hingga Aliyah (MA).
Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Bone, Hj Harnida yang dikonfirmasi membantah pihaknya melakukan pungutan infaq kepada siswa senilai Rp 1,5 juta, Selasa (02/07/2024).
Hj Harnida menjelaskan, jumlah infaq yang benar sesuai keputusan rapat yakni Rp 1 juta, itu pun tidak wajib.
Selanjutnya, Penentuan nilai infaq diputuskan lewat rapat komite.
Tujuan nilai infaq, agar ada keseragaman dan mencegah kecemburuan sosial antar orang tua siswa.
“Sempat memang mau Rp 1,5 juta dicicil, tapi setelah rapat dengan guru-guru, saya usulkan ke komite supaya jangan segitu, cukup Rp 1 juta saja,” Kata Hj Harnida.
Keputusan meminta infak dari para orang tua siswa diungkapkan Hj Harnida berawal dari terlalu banyaknya pendaftar, sementara ruang kelas yang ada tidak cukup menampung
Untuk mengakomodir mereka, pihak sekolah berencana membangun gedung baru.
“Nah komite menindaklanjuti itu karena kebetulan memang ada tanah yang sudah kita beli,” Ucap Hj Harnida.
Itu pun kata Dia, tidak ada paksaan, kalau tidak mampu ia meminta untuk ketemu kepada Dia agar nanti beri kebijakan, buktinya banyak kok siswa yang sudah lulus infaknya belum lunas
“Ini saja dari 80 lebih siswa pendaftar, baru sekitar 22q orang yang membayar, intinya di MIN 8 tidak ada yang pindah atau batal masuk karena persoalan biaya, semua kita beri kebijakan,” .
Selain infaq, pihak MIN 8 Bone juga memungut uang seragam senilai Rp 250 ribu untuk batik dan kaos olahraga. Pengadaan topi hingga dasinya dikerjakan Surahman orang tua siswa.














