Daerah

Mengharukan, Enam Anak Yatim Piatu Bertahan Hidup dengan Memancing Ikan

187
×

Mengharukan, Enam Anak Yatim Piatu Bertahan Hidup dengan Memancing Ikan

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Tak ada yang ingin terlahir tanpa kedua orangtua kandung, Kalaupun ada anak manusia yang ada di muka bumi ini tanpa kedua orangtua itu adalah ketetapan Tuhan Yang Maha Esa yang tidak bisa dihindari.

BOMBANA – LENSASATU.COM || Tak ada yang ingin terlahir tanpa kedua orangtua kandung, Kalaupun ada anak manusia yang ada di muka bumi ini tanpa kedua orangtua itu adalah ketetapan Tuhan Yang Maha Esa yang tidak bisa dihindari.

Allah sudah mencatat di lauhul mahfudz takdir baik dan takdir buruk setiap orang, bahkan sebelum orang itu terlahir di dunia. Dan kita tidak punya pilihan kecuali menjalaninya.

Di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Kabupaten Bombana, tempat sebagian warga Kelurahan Sikeli bermukin, terdapat keluarga mungil yang kesehariannya menyita perhatian.

BACA JUGA :  H. Ruksamin Menghadiri dan Membuka Secara Resmi Musrenbang RKPD 2025

Keluarga kecil, 6 bersaudara, semuanya masih di bawah umur, bertahan hidup di gubuk peninggalan kedua orang tuanya.

Mereka adalah Arjun, Rafli, Cinta, Kefin, Novi dan Rindu. Lahir dari pasangan almarhum Pajjing yang meninggal dunia pada bulan Juni 2021 lalu. Sedangkan mendiang istrinya bernama Intang telah lebih dulu berpulang bulan April 2020.

Menurut Lurah Sikeli, Khairil, dari 6 bersaudara itu, anak sulung masih duduk di bangku SMP umurnya baru 16 tahun, sementara yang paling bungsu masih berusia 4 tahun.

BACA JUGA :  Bupati Bone, Ajak Cakades terpilih Rangkul Lawan Jadi Mitra Strategis

“Yang tertua itu berusia 16 tahun dan bungsu kelahiran tahun 2017 lalu atau 4 tahun,” ucap Khairil

Kata Khairil, untuk menghidupi adik-adiknya, kakaknya yang sudah bisa melaut mengandalkan hasil pancingan ikan di sekitar Pulau Sagori.

Sementara untuk nasi, mereka mengandalkan pemberian warga setempat.
“Setelah kami telusuri, kalau siang mereka memancing untuk bertahan hidup.

Sementara beras mengandalkan pemberian tetangganya yang dimasak jadi bubur,” lanjut Khairil yang baru beberapa bulan menjabat sebagai lurah.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Ikut Patroli Skala Besar, Pastikan Rasa Aman Warga Kendari

Saat ini, keluarga kecil yang hidup tanpa ayah dan ibu ini telah mendapatkan bantuan meski terbatas dari berbagai pihak.

Di antaranya dari pemerintah kelurahan, Dinas Sosial berupa sembako, bahkan rencananya bakal dibangunkan tempat tinggal yang layak melalui usulan Lurah Sikeli kepada Pemkab Bombana.

“Kami sudah susunkan proposalnya pembangunan rumah bagi mereka untuk diusulkan di Pemda,” tutupnya.

Editor:Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *