KENDARI, LENSASATU.COM|| Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muhammadiyah Kendari, Sukses Menggelar Dialog Publik Dan Gelar Produk Perikanan.
Kegiatan ini di hadiri oleh Pelajar SMA Se Kota Kendari, Serta para mahasiswa lingkup kampus Universitas Muhammdiyah Kendari, dan Universitas Halu Oleo Kendari, yang bertemakan “Apasih Nelayan Berdasi Itu” di adakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, di Aula Gedung Baru Lt. 4 pada pukul 08:30.
Laporan Ketua Panitia” tentunya terima kasih kepada pihak-pihak terkait panitia dan salah satunya EXPO UMKM yang telah membawa jajananya untuk di promosikan sehingga bisa di brending kepada para peserta yang hadir di kegiatan ini” tuturnya.
Sambutan Dr Fajriah S. Pi.,M.Si Selaku Dekan FPIK UMK Menyampaikan ” tentunya kita ketahui bersama bahwa wilayah kita khususnya Sulawesi Tenggara sebagai daerah kepulauan, sehingga perlu di manfaatkan potensi kelautan tersebut khususnya mahasiswa perikanan dan ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari, sehingga bisa menjadi prodi yang lebih unggul kedepannya di kampus ini” ungkapnya.
Sambutan Prof. Dr. Ir Muhammad Nurdin, M.SC., IPU., ASEAN Eng Selaku Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam penyampainya” aktivitas Dosen dan Mahasiswa dapat menghasilkan prodak-prodak yang unggul salah satunya EXPO UMKM dan mengecarkan promosi ketingkat daerah khususnya.
“Tidak lepas dari itu potensi laut daerah wakatobi mempunyai potensi yang sangat besar akan tetapi masi bergantung kepada pihak-pihak terkait di kota kendari untuk melakukan pemasaran maka dari itu kita harus memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan kerjasama khususnya kepada Dekan FPIK UMK “tuturnya Rektor UMK pada saat melakukan kunjungan ke wakatobi beberapa hari yang lalu.
Setelah kegiatan sambutan-sambutan dilanjutkan dengan pelaksanaan Dialog dengan menghadirkan tiga pemateri.
Pemateri pertama Dinas Kelautan Dan Perikanan Sulawesi Tenggara yang menyampaikan ” Potensi sumber daya perikanan kita di wilayah Sulawesi Tenggara mulai dari penangkaran ikan dan lain-lain. Tetapi potensi ini belum menjamin kesejahteraan bagi masyarakat sebab 90% nelayan kita masi kategori nelayan kecil.
Tantangan kita untuk Sulawesi Tenggara dalam meningkatakan dan memberdayakan nelayan kecil, kami memberikan program-program bantuan armada, kapal mesin, alat tangkap. Ini bertujuan untuk mendukung meningkatkan hasil tangkap mereka. Pada tahun kemarin di situasi transisi Covid-19 masyarakat di berikan bantuan langsung tunai sekitar 200 milyar yang di fungsikan untuk pembelian BBM.
Pemateri Kedua Sartini Selaku Rare Indonesia Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyampaikan ” Membangun kebermanfatan pengelolaan laut kita harus memulai melalui lingkungan sekitar atau pinggir rumah mulai dari terumbuh karanganya, mangrove yang di kenal dengan Perikanan berkelanjutan.
“Tentunya ini membutuhkan kesadaran untuk membangun pola pikir seperti ini, mulai dari sharing-sharing antar sesama nelayan dan pihak-pihak terkait.
“Perkembangan nelayan modern dan nelayan tradisional sangat jauh berbeda di lihat dari penangkapan nelayan tradisional masi menggunakan alat tangkap manual akan tetapi nelayan modern jauh lebih canggih penangkapanya. Sehingga kesenjangan ketidak harmonisan yang terjadi dimasyarakat terus berlanjut” tuturnya.
Pemateri Ketiga menyampaikan ” Ada 4 poin menjadi catur sukses mahasiswa diantaranya memahami pribadi, sosial, akademik, karir. Tetapi kita tidak mudah untuk pantang menyerah akan tetapi ketika terjebak di dalam itu. Maka kita akan di seleksi oleh alam itu sendiri”tutupnya
Reporter : Azman
Editor : Red














