DaerahKriminal

Simak, Kejari Bone Tahan Kades Rappa Bersama Satu Tersangka Lainnya

819
×

Simak, Kejari Bone Tahan Kades Rappa Bersama Satu Tersangka Lainnya

Sebarkan artikel ini
Proses pengaman kepala desa Rappa terhadap kasus dugaan ilegal logging

BONE, LENSASATU.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone menahan 2 (dua) orang tersangka perkara Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan penahanan Rutan setelah diserahkan penyidik Polres Bone.

Penyerahan tanggungjawab tersangka dan barang bukti dari Penyidik kepada Jaksa Penuntut Umum (Tahap II) dilaksanakan pada Jumat, ( 03/11/2023 ) bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Bone.

Kepala kejaksaan negeri Bone Ahmad Jazuli, SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel ) Andi Hairil Akhmad, S.H., M.H., mengatakan, Pelaksanaan penyerahan tanggungjawab tersangka dilakukan terhadap 2 (dua) orang tersangka yang bernama Bursa Bin Mallu yang merupakan Kepala Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone dan Harianto Alias Anto Bin Muh Nasir.

” Dalam hal ini juga dilakukan penyerahan tanggungjawab barang bukti berupa Kayu gergajian Jenis Kayu Akasia (Acacia Mangium) dan Jenis Kayu Awolai (Witex Cefassus) sebanyak 463 batang, 1 (satu) Parang dan 1 (satu) buah meteran gulung, ” katanya.

BACA JUGA :  Sekda Kolaka Resmi Buka Jalan Sehat HUT ke-50 Perumda Aneka Usaha Kolaka

Andi Hairil menyebutkan, Adapun terhadap kedua tersangka disangkakan Pasal 82 Ayat (1) huruf b, huruf c Jucto Pasal 12 huruf b, huruf c UU RI No. 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yang telah diubah dalam paragraph 4 UU RI No. 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi UU Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP Pidana.

“Penyerahan tersangka dan barang bukti merupakan tindak lanjut dari hasil penyidikan oleh penyidik yang telah dinyatakan lengkap oleh JPU, setelah JPU melakukan penelitian terhadap berkas perkara dan telah memenuhi syarat formil maupun materil, ” sebutnya.

Adapun Jaksa Penuntut Umum Kejari Bone melakukan penahanan rutn terhadap kedua tersangka selama 20 hari kedepan, yang mana sebelumnya para tersangka tidak ditahan oleh Penyidik Polres Bone.

BACA JUGA :  Gateball Sultra Tembus Babak Delapan Besar dan Medali Emas, Ketua Pergatsi Beri Selamat

Lanjut kata Andi Hairil, akan disusun administrasi pelimpahan ke Pengadilan Negeri Bone untuk disidangkan perkaranya.

“Terhadap para tersangka dilakukan penahanan rutan karena telah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif penahanan sebagaimana telah diatur dalam KUHAP, selanjutnya para tersangka dititipkan penahanannya di Lapas Kelas II Watampone,” ucap Andi Hairil.

Kasi Intel Kejari Bone ini mengungkapkan bahwa, Kasus ini bermula pada hari Kamis tanggal 16 Maret 2023 sekitar pukul 08.00 Wita yang bertempat di dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Tepatnya di Dusun 1 Desa Rappa Kecamatan Tonra Kabupaten Bone dimana tersangka Bursa Bin Mallu menyuruh tersangka Harianto Alias Anto Bin Muh. Nasir yang merupakan tukan chainsaw untuk menebang pohon yang berada di Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Selanjutnya, Petugas Polisi Kehutanan KHP Ulubila Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel yang mendapat informasi dari masyarakat bahwa terjadi dugaan tindak pidana ilegal logging langsung memastikan informasi tersebut pada hari Jumat tanggal 14 April 2023 dengan menemukan beberapa pohon aksia yang telah ditebang dan telah diolah dalam bentuk papan dan balok dengan berbagai ukuran.

BACA JUGA :  Gubernur Sultra Tegaskan Pengawasan Harga Pangan, Ritel Modern Terancam Sanksi Jika Langgar HET

Kemudian pada hari Rabu tanggal 26 April 2023 Polisi Kehutanan KHP Ulubila Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bone.

“Akibat kejadian tersebut menimbulkan kerugian materil karena tidak terbayarnya Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) Ganti Rugi Tegakan (GRT) sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 1.691.677,- (Satu Juta Enam Ratus Sembilan Puluh Satu Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Tujuh Rupiah), ”

” selain itu dapat menimbulkan banjir, tanah longsor, pemanasan global dan mengganggu siklus tata air, ” Tuturnya

Editor : Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *