Bone

Tuntut Kinerja Polisi, HMI Gelar Unjuk Rasa di Depan Polres Bone

696
×

Tuntut Kinerja Polisi, HMI Gelar Unjuk Rasa di Depan Polres Bone

Sebarkan artikel ini
Bentuk Mosi tidak percaya kepada Polres Bone, Ratusan Massa dari HMI Cabang Bone melakukan aksi unjuk rasa di depan Polres Polres Bone

LENSASATU.COM|| BONE – Ratusan Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone melakukan aksi unjuk rasa di depan Polres Bone, jalan Yos Sudarso kec. Tanete Riattang Timur, kabupaten Bone, Jum’at (07/03/2025) Sore.

Aksi mahasiswa itu sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja dan sebagai respons atas berbagai permasalahan yang dianggap belum tertangani dengan baik oleh Polres Bone, terutama terkait penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Trlihat massa datang membawa berbagai macam atribut spanduk bertuliskan ‘ polres butuh Evaluasi, Polres masuk angin serta usut tuntas pelanggaran HAM. ‘

Arfah Selaku Jendral Lapangan Menyampaikan gerakan ini sebuah bentuk Mosi tidak percaya kepada Polres Bone, sebagai Aparat Penegah Hukum yang Dia anggap tidak mampu menjalankan tugas, Fungsi dan Wewenangnya.

” Polres Bone tidak mampu menjalankan tugas sebagimana tertuan dalam Undang Undang No 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik indonesia, ” Ungkapnya dalam Orasi.

Ia menegaskan kepada Polres bone untuk menindaki secara serius tuntutan dari massa aksi. “Ketika tuntutan kami tidak ditindaki maka akan menggelar aksi demonstrasi Jilid Dua, ” Tegasnya.

BACA JUGA :  Penuh Kejutan, Kapolres Bone Sematkan Penghargaan Spesial di HUT Lantas Bhayangkara ke-70

Ketua Umum HMI Cabang Bone, Andi Miftahul Amri menyebutkan bahwa, aksi ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keadilan dan supremasi hukum di Kabupaten Bone.

” Kami menuntut Polres Bone untuk lebih profesional, transparan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, ” Sebutnya

“HMI cabang Bone akan trus mengawal kasus yang belum selesai dan akan melayankan suarat pengawalan tuntutan aksi kepada pihak Badko HMI Sulsel dan PB HMI agar tuntutan kami bisa sampai pada pihak Polda Sulsel dan Kapolri, Untuk bagaimana mengevaluasi kinerja Polres Bone, ” Tuturnya.

Adapun empat tuntutan yang di layangkan diantaranya

1. Mendesak dan meminta pihak Polres Bone untuk menindak secara optimal dalam menyelesaikan berbagai kasus pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM yang ada di Kabupaten Bone.

BACA JUGA :  Masyarakat Keluhkan Penerbitan Sertifikat Tanah di BPN, Taufan Pawe akan Gunakan hak Kunjungan Kerja Spesifik

2. Meminta pihak Polres Bone agar transparan dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewenangannya terhadap upaya penegakan hukum di Kabupaten Bone.

3. Mendesak dan meminta Kapolres Bone untuk menindaki dan mengevaluasi oknum aparat yang diduga melakukan pungutan liar terhadap proses pelayanan dan pengurusan administrasi di Polres Bone.

4. Mendesak dan meminta pihak Polres Bone agar mentrasparansikan Penggunaan Dana Hibah Lima Milyar yang di terima dari Pemda Bone.

Kedatangan para mahasiswapun diterima lansung oleh Penjabat Utama (PJU) diantaranya, Kompol Antonius Tutleta, Kabag Ops Kompol Andi Rahmat, Kasat Reskrim Yusriadi Yusuf dan Kasat Lantas AKP H Musmulyadi.

Wakapolres menyampaikan bahwa Kapolres Bone tak ada ditempat Ia lagi menunaikan ibadah umroh, nanti setelah balik bisa di temui.

“Bapak Kapolres saat ini lagi tidak ada, Bapak sedang menjalankan ibadah umroh jadi beliau tidak bisa menemui Adik-adik sekalian, ” Kata Wakapolres.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Yusriadi Yusuf yang menerima massa aksi, mengatakan terkait kasus penembakan di lapri yang juga dipertanyakan para mahasiswa masih berjalan.

BACA JUGA :  Sidak Mengejutkan Wabup Bone, Andi Akmal Bongkar Dugaan Permainan BBM Subsidi

Terkait kasus penembakan dilapri sampai saat ini sudah 62 orang diambil keterangannya begitupun barang bukti termasuk melakukan olah TKP bersama tim lapor Polda Sulsel

Namun kata Yusriadi Sampai saat ini perkara belum juga terungkap, karena belum terpenuhinya alat yang cukup mengarah kepada tersangka

Selain itu, lanjut kata Dia, tidak adanya saksi yang melihat pelaku penembakan begitupun keterangan saksi belum ada mengarah kepelaku

” Meski begitu Sampai saat ini tim gabungan baik itu Jatanras, Polda Sulsel bersama Resmob Polres Bone masih berada di lapri sekitar TKP untuk mencari dan mengumpulkan alat bukti dengan harapan bisa ditemukan tersangkanya, ” Tuturnya.

Kemudian Ia menegaskan, Yang pasti Pihak Polres tidak berhenti sampai kasus ini terungkap hanya tehnik penyelidikan dan sebagainya itu rahasia penyidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *