Kendari – Lensasatu.com
Kabar wafatnya Drs. H. Laode Khalifah, M.Si menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, khususnya bagi kalangan pemuda Muhammadiyah.
Salah satu kader muda Muhammadiyah Sultra, Adyansyah, mengaku sangat kehilangan atas kepergian sosok yang selama ini dianggap sebagai ayahanda, guru, sekaligus teladan dalam perjalanan organisasi dan kehidupan.
Menurut Adyansyah, almarhum merupakan pribadi yang sederhana, penuh keteduhan, dan selalu memberikan nasihat-nasihat bijak kepada kader muda Muhammadiyah. Sosoknya dikenal memiliki kesalehan, keteguhan prinsip, serta loyalitas tinggi dalam memperjuangkan dakwah dan membesarkan Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara.
“Saya pribadi merasa sangat kehilangan. Ayahanda Laode Khalifah bukan hanya tokoh Muhammadiyah, tetapi beliau adalah sosok teladan bagi kami para pemuda. Banyak pengalaman dan nasihat beliau yang sampai hari ini masih membekas dalam ingatan saya,” ujar Adyansyah.
Ia mengenang, selama mengenal almarhum, ada banyak pelajaran hidup yang didapatkan, terutama tentang bagaimana menjaga akhlak, persatuan, dan semangat perjuangan dalam organisasi. Bahkan ketika terjadi polemik internal di kalangan kader maupun pemuda Muhammadiyah, almarhum selalu hadir sebagai penengah yang menenangkan suasana dan memberikan solusi dengan penuh kebijaksanaan.
“Dikala ada polemik internal, beliau selalu menjadi penengah bagi kami para pemuda. Beliau tidak pernah memperkeruh keadaan, justru selalu mengajarkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin, penuh kekeluargaan, dan tetap menjaga marwah persyarikatan,” lanjutnya.
Bagi Adyansyah, keteladanan almarhum bukan hanya terlihat dalam ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Drs. H. Laode Khalifah, M.Si dikenal sebagai sosok yang taat beribadah, rendah hati kepada siapa saja, dan selalu mengutamakan kepentingan umat serta persyarikatan di atas kepentingan pribadi.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar bagi Muhammadiyah Sulawesi Tenggara. Namun, nilai perjuangan dan keteladanan yang diwariskan diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi kader-kader muda Muhammadiyah ke depan.
“InsyaAllah jasa dan perjuangan Ayahanda Laode Khalifah akan selalu kami kenang. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh keluarga diberikan ketabahan,” tutup Adyansyah.














