Daerah

Warga Sultra Kini Bisa Akses Layanan Jantung Non Bedah Tanpa Rujukan ke Luar Daerah

340
×

Warga Sultra Kini Bisa Akses Layanan Jantung Non Bedah Tanpa Rujukan ke Luar Daerah

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat layanan kesehatan spesialistik agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis lebih cepat, tepat, dan dekat dari tempat tinggalnya

KENDARI — LENSASATU.COM || Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat layanan kesehatan spesialistik agar masyarakat dapat memperoleh penanganan medis lebih cepat, tepat, dan dekat dari tempat tinggalnya. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pelaksanaan perdana layanan Intervensi Non Bedah (INB) jantung di RSJPD Oputa Yi Koo Kendari, Jumat (15/5/2026).

Pelayanan tersebut menjadi tonggak penting peningkatan layanan kesehatan jantung di Sulawesi Tenggara karena masyarakat kini mulai dapat memperoleh tindakan medis jantung tanpa harus banyak dirujuk ke Makassar maupun Jakarta.

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., mengatakan penguatan layanan jantung ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat di seluruh wilayah Sultra.

“Harapannya masyarakat Sulawesi Tenggara bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan Proctorship Intervensi Non Bedah Perdana dan penandatanganan kerja sama jejaring pengampuan layanan jantung se-Sultra di RSJPD Oputa Yi Koo.

BACA JUGA :  Naik Pangkat, Brigjen Gidion Arif Setyawan Pindah Tugas ke Sultra

 

Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, RSJPD Harapan Kita Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSJPD Oputa Yi Koo, serta rumah sakit daerah di kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.

Direktur RSJPD Oputa Yi Koo, dr. Agus Purnomo Hidayat, menjelaskan bahwa layanan Intervensi Non Bedah telah mulai dilakukan sejak sehari sebelumnya terhadap tujuh pasien yang berasal dari sejumlah daerah di Sultra, di antaranya Bombana, Kolaka Timur, Konawe, hingga Kota Kendari.

Menurutnya, tingginya jumlah pasien menunjukkan kebutuhan layanan jantung di Sulawesi Tenggara masih cukup besar dan membutuhkan penguatan fasilitas serta kompetensi tenaga medis di daerah.

“Melalui pendampingan dari rumah sakit pengampu nasional dan regional, kami berharap kualitas pelayanan dan keselamatan pasien terus meningkat,” katanya.

Selain pelaksanaan tindakan medis, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengampuan layanan jantung dan pembuluh darah bersama rumah sakit daerah di 17 kabupaten/kota.

BACA JUGA :  Puluhan Ponton Tambang Ilegal di Jongkong 12 Masih Beraktivitas di Dekat Jalan

Kerja sama itu diharapkan memperkuat sistem rujukan, mempercepat penanganan pasien, serta memperluas akses layanan kesehatan spesialistik hingga daerah.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dr. Affan Priyambodo Permana, menyampaikan kesiapan pihaknya mendukung transfer pengetahuan, teknologi, dan sistem pelayanan kesehatan kepada rumah sakit jejaring di Sulawesi Tenggara.

Ia menilai keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan medis, tetapi juga tata kelola rumah sakit, budaya keselamatan pasien, kesiapan sumber daya manusia, serta sistem rujukan yang terintegrasi.

“Kami berharap penanganan pasien jantung di Sulawesi Tenggara bisa dilakukan lebih cepat sehingga kebutuhan rujukan keluar daerah semakin berkurang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Direktur Layanan Operasional RSJPD Harapan Kita Jakarta, Dr. Haruddin. Ia menyebut hadirnya layanan intervensi non bedah di Sultra sebagai kemajuan penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA :  Pohon Tumbang Akibatkan Kemacetan, Begini Langkah Brimob Bone

“Masyarakat Sultra kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar daerah untuk mendapatkan layanan jantung tertentu karena sudah mulai bisa dilakukan di daerah sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Budhi Suryadharma, menjelaskan bahwa program pengampuan rumah sakit merupakan bagian dari transformasi kesehatan nasional, khususnya penguatan layanan prioritas seperti penyakit jantung dan pembuluh darah.

Adapun rumah sakit yang bergabung dalam jejaring pengampuan layanan jantung di Sulawesi Tenggara meliputi RSUD Buton Tengah, RSUD Kolaka Timur, RSUD Bombana, RSUD H.M. Djafar Harun Kolaka Utara, RS Benyamin Guluh Kolaka, RSUD Konawe Selatan, RSUD Konawe, RSUD dr. LM Baharuddin Kabupaten Muna, RSUD Konawe Utara, RSUD Wakatobi, RSUD Muna Barat, RSUD Buton Selatan, RSUD Buton, RSUD Buton Utara, RSUD Kota Baubau, dan RSUD Kota Kendari.

Editor:redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *