BoneDaerah

SPBU Diduga Anak Emaskan Jerigen, Pengendara Ngamuk

31
×

SPBU Diduga Anak Emaskan Jerigen, Pengendara Ngamuk

Sebarkan artikel ini

Bone, LENSASATU.com || Antrean panjang di salah satu SPBU di wilayah Bone kembali ricuh. Bukan karena BBM habis. Tapi gara-gara operator diduga lebih sibuk ngisi jerigen 30-32 liter ketimbang mobil pribadi yang sudah lama ngantri.

Kelakuan itu bikin pengendara geram. Ada yang sampai turun dari mobil dan protes langsung ke operator.

“Kita ini dari tadi mengantri panas tapi kok mobil-mobil di depan tidak maju-maju. Setelah saya perhatikan eh ternyata operator lebih utamakan isi jerigen dulu daripada mobil. Itu membuat kami kesal,” luap seorang pengendara mobil 4 roda, Rabu (13/08/2026).

Wanita itu mengaku kesal karena merasa dipinggirkan. Ia juga menyentil manajer SPBU yang dianggap tutup mata.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Buka Kegiatan PORSENIJAR PGRI Tingkat Kabupaten

“Managernya kenapa nda tegur operator? Ada apa? Saya bakalan sampaikan ini ke kerabat agar bisa disampaikan ke pihak Pertamina agar manager dan operator diganti. Saya punya foto-fotonya dan video,” tegasnya.

Menurutnya, kalau jerigen kecil 5 liter masih wajar. Tapi kalau sudah jerigen besar, patut dicurigai.

“Kalau jerigen lima liter itu mungkin keperluan pemakai langsung. Tapi kalau jerigen besar pasti akan ditampung kemudian dijual lagi,” ujarnya.

Keluhan sama juga disampaikan pengendara lain, H. Nur. Ia sudah satu jam terjebak antrean karena dispenser dikuasai jerigen.

“Iya kita ini antri lama karena jerigen yang diutamakan. Saya sudah satu jam di sini di dekat blender jerigen yang penuhi. Saya heran,” kata H. Nur.

BACA JUGA :  Ketua IKA SMANWA H.Ruksamin Berikan Bantuan Bagi Siswa yang Ikuti Lomba Syair SMA Tingkat ASEAN di Jakarta.

Dia tak hanya menyoroti SPBU, tapi juga pemerintah dan aparat.

“Kenapa aparat penegak hukum hanya diam saja? Kepala daerah juga diam. Harus turun berikan pengawasan ketat karena ini tidak selesai kalau hanya sidak dan teguran saja,” tegasnya.

H. Nur meminta pengawasan langsung di lapangan. Bukan cuma ke “mafia BBM”, tapi ke orang dalam SPBU.

“Tapi harus ada pengawasan langsung di lapangan. Bukan mafia yang mau diawasi tetapi operator, pengawas dan managernya. Tidak mungkin mereka bisa bebas dan terang-terangan begitu kalau tidak ada kerja sama dengan pihak SPBU,” ujarnya ketus.

Dugaan yang sama terjadi di pengisian Solar Subsidi. Jerigen ukuran besar juga terlihat leluasa mengisi di dispenser yang sama.

BACA JUGA :  Warga Bongkar Dugaan Penampungan Solar Subsidi di Bone, Nama LK Mencuat

Jurnalis mencoba mengkonfirmasi ke kantor SPBU Cabalu. Hasilnya nihil. Manajer tidak ada di tempat. Saat dihubungi via telepon, nomornya tidak aktif.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak SPBU sesuai UU Pers. Pihak Pertamina Patra Niaga juga akan dikonfirmasi terkait temuan di lapangan ini.

Kasus pengisian BBM subsidi pakai jerigen besar memang bukan baru. Tapi kalau dibiarkan, yang rugi tetap masyarakat kecil yang antre berjam-jam di bawah terik matahari.

Pemerintah daerah dan aparat diminta tidak tinggal diam. Warga butuh bukti, bukan cuma janji razia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *