DaerahSulawesi Tenggara

PC IMM Kota Kendari Mendukung Polda Sultra Mengusut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Terhadap Kader Muhammadiyah di Pelabuhan Amolengo-Labuan

402
×

PC IMM Kota Kendari Mendukung Polda Sultra Mengusut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Terhadap Kader Muhammadiyah di Pelabuhan Amolengo-Labuan

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kendari mengambil sikap tegas dan mengecam keras dugaan aksi premanisme berupa penganiayaan serta pengeroyokan secara bersama-sama yang menimpa Laode Sabilu (38), seorang kader Muhammadiyah

KENDARI — LENSASATU.COM || Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Kendari mengambil sikap tegas dan mengecam keras dugaan aksi premanisme berupa penganiayaan serta pengeroyokan secara bersama-sama yang menimpa Laode Sabilu (38), seorang kader Muhammadiyah. Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di kawasan fasilitas publik Pelabuhan Feri Amolengo-Labuan, Desa Langgapulu, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, pada Minggu, 20 September 2026 sekitar pukul 14.00 Wita.

Ketua Umum PC IMM Kota Kendari, Dirman, mengungkapkan kronologi peristiwa bermula ketika korban yang merupakan warga Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, bermaksud mengantar tiga orang rekannya beserta barang bawaan menggunakan mobil hingga ke area dermaga kapal feri.

Namun, niat baik untuk membantu kerabatnya tersebut justru mendapat respons agresif dari oknum buruh pelabuhan. Korban dihadang oleh seorang pria yang langsung melakukan pemukulan menggunakan balok kayu. Tidak lama setelah itu, sejumlah orang lainnya ikut mengepung dan mengeroyok korban secara brutal. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di kepala dan pipi, luka di lengan, serta pendarahan pada hidungnya.

BACA JUGA :  Resmikan Posko Pemenangan, Andi Asman Fokus Menangkan Beramal Tanpa Menjelekkan Paslon lain

“Tindakan kekerasan secara bersama-sama ini adalah persoalan serius yang tidak boleh dianggap sebagai konflik biasa atau sekadar masalah antar individu. Pelabuhan adalah fasilitas publik yang dibiayai negara. Sudah sepatutnya memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan justru menjadi sarang premanisme yang mengancam nyawa warga,” tegas Dirman dalam orasinya.

*Geruduk Kantor Dishub Sultra, Layangkan Ultimatum 3×24 Jam*

Merespons lambatnya pembenahan di pelabuhan, PC IMM Kota Kendari menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara. Massa mengepung kantor tersebut dan mendesak adanya reformasi total pada tata kelola pengamanan pelabuhan.
Dalam aksi tersebut, massa demonstran ditemui langsung oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Dishub Sultra. Di hadapan mahasiswa, Sekdis Dishub secara resmi menerima lembar tuntutan PC IMM Kota Kendari dan menyatakan komitmen penuh kelembagaan untuk memenuhi seluruh poin desakan mahasiswa.

BACA JUGA :  Tekan Inflasi, Pj Gubernur Sultra Pimpin Rakor TPID Bersama Bupati/Walikota se-Sulawesi Tenggara

Kendati komitmen telah dinyatakan, PC IMM Kota Kendari tidak mau sekadar menerima janji manis. Dirman secara langsung melayangkan ultimatum keras berdurasi 3×24 jam kepada pihak dinas. Dishub Sultra dituntut segera mengambil langkah konkret berupa pembenahan regulasi buruh, penataan akses dermaga, serta melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) lapangan yang wajib melibatkan keterwakilan PC IMM Kota Kendari secara langsung guna menjamin transparansi publik.

“Kami memberikan waktu 3×24 jam bagi Dishub Sultra untuk mengevaluasi total sistem di Pelabuhan Amolengo. Jika dalam waktu tersebut tidak ada atensi dan tindakan nyata di lapangan, kami menilai Dishub Sultra telah gagal total dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Secara tegas kami akan menuntut agar Kepala Dinas Perhubungan Sultra dan Kepala UPTD Penyeberangan Amolengo-Labuan segera dicopot dari jabatannya!” seru Dirman secara lantang di hadapan pejabat Dishub.

BACA JUGA :  Bone Siap Gelar Turnamen Badminton Se-Sulselbar, Ini Jadwalnya

*Sambangi Mapolda Sultra, Ditreskrimum Berjanji Usut Pelaku Pembiaran*

Usai menggelar aksi di Dishub, PC IMM Kota Kendari langsung bertandang ke Mapolda Sulawesi Tenggara demi mengawal berjalannya fungsi penegakan hukum. Kedatangan rombongan kader merah maron ini disambut langsung oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra.

Dalam audiensi yang berlangsung hangat namun tegas tersebut, pihak Ditreskrimum Polda Sultra menyatakan komitmennya secara terbuka untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan kader Muhammadiyah ini. Pihak Polda Sultra menegaskan bahwa seluruh pelaku yang terlibat, baik pelaku pemukulan awal maupun massa yang ikut mengeroyok, akan segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor:red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *