BONE-LENSASATU.COM||Jembatan gantung Desa Polewali Kecamatan Kajuara yang Putus pada awal Agustus 2022 lalu, dan mengakibatkan 30 warga yang melintas semua jatuh ke sungai.
Kini jembatan tersebut mulai dibangun kembali guna kemudahan masyarakat, jembatan tersebut salah satu akses yang menghubungkan Desa Polewali dan Kelurahan Awang Tangka.
Corparate Communication Bumi Karsa, Zainuddin Soadiq mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus mempercepat realisasi pembangunan.
“Progres kita sudah sampai 50,02 persen dan untuk penyelesaian sampai akhir bulan ini kami bisa tuntaskan,” ucapnya Rabu, (02/10/2022)
Lanjut ia mengatakan untuk sementara pihaknya masih fokus pada pekerjaan abutmen beton K225nya. Hal itu agar proses penyambungan pekerjaan kabel dan besi penggantung bisa maksimal.
“Alhamdulillah untuk saat ini masih on schedule pekerjaan kami semua berkat doa dan dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat sekitar,” katanya.
Masi kata dia total keseluruhan anggaran yang digunakan berada pada kisaran ratusan juta.
“Anggaran kemarin yang kita sudah hitung itu kurang lebih Rp340 juta sudah termasuk pajaknya,” terangnya.
Sub kontraktor Pelaksanaan Proyek Jembatan Gantung Desa Polewali Kecamatan Kajuara, Sumardi menuturkan bahwa saat ini pembangunan menunjukkan progres yang positif.
Lebih lanjut dia mengatakan untuk pengadaan bahan dan alatnya pun berjalan dengan lancar. Saat ini progres pengadaannya sudah rampung semua.
“Kita sudah lakukan perakitan dan progres sudah 50 persen, Insya Allah kita target rampung bulan ini,” katanya.
Pihaknya juga telah mengestimasikan anggaran yang dibutuhkan pada pembangunan jembatan layang tersebut.
“Anggaran kemarin yang kita sudah hitung itu kurang lebih Rp340 juta sudah termasuk pajaknya,” terangnya.
Reporter : Jumardi
Editor : Agus














