LENSASATU.COM-BONE|| Puskesmas yang berlokasi di Desa Kading kecamatan Barebbo menjadi sorotan lantaran menolak pasien yang akan berobat. Jumat 25/11/2022
Umar salah satu Warga yang berdomisili di Desa Watu di tolak saat membawa anaknya berobat ke Puskesmas Kading.
Ia mengaku ditolak dari pihak Puskesmas dengan alasan pelayanan sudah tutup, padahal menurut dia saat itu jam baru menunjukkan pukul 10 WITA.
Kata Umar, bukan cuman sendirinya yang di tolak untuk berobat tetapi beberap juga dari desa tetangga yang menerima perlakuan yang sama.
” Selain saya, ada juga beberapa warga lain dari Desa tetangga, seperti Kampuno dan Talungeng, kebetulan Puskesmas ini yang terdekat di wilayah Barebbo, ” Kata Umar.
Menurut Umar, Pelayanan di Puskesmas seharusnya tidak tutup dengan waktu begitu cepat apa lagi berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tentun masyarakat yang datang mengharap mendapatkan pelayanan.
” Sebenarnya, sikap penolakan seperti itu bukan yang pertama kali, tapi kali ini saya sudah tak bisa sabar, anak saya sakit dan butuh perawatan, tapi ini yang kami dapat.” ungkapnya
Kepala Puskesmas Kading, Andi Tenri Esa yang coba dikonfirmasi sehubungan hal tersebut
Andi Tenri membenarkan kejadian itu Kata dia, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai Standard Operating Procedure (SOP).
” SOP nya memang kalau hari jumat tutup jam setengah 11 ndi, tapi mungkin baiknya karena dia warga Watu, harusnya dia bicara sama saya dulu, ” Ujar Andi Tenri
Sementara Andi Ryad Baso Padjalangi Ketua Komis lV DPRD Bone mengencang tindak perawat yang menolak pasien untuk berobat di Puskesmas
Dia mengatakan, Kalau ada puskesmas yang menolak dengan Alasan pelayanan ditutup sebelum jam 11 itu artinya kepala pelayanannya bermasalah.
” Masa semua perawatnya keluar semua kalau laki laki ya memang diharuskan untuk meninggalkan pekerjaannya Karena kewajibannya kepada Allah tapi kalau perempuan.” Pungkas A. Ryad
Politikus Golkar ini sangat mengecam kejadian tersebut, menurut dia Alokasi anggaran kesehatan itu besar kemudian pelayanannya buruk.
” Nanti kita akan panggil kepala Puskesmasnya untuk kemudian pertanyakan SOP pelayanannya seperti apa, apalagi kalo ini emergency case atau menyangkut nyawa tentu terkadang aturan mesti kita bijakasanai.”
Reporter: Jumardi Editor : Agus














