Metro KotaSulawesi Tenggara

BPS Rilis Inflasi Sultra, Pj Gubernur Sultra : Inflasi Sultra Masih Terkendali

467
×

BPS Rilis Inflasi Sultra, Pj Gubernur Sultra : Inflasi Sultra Masih Terkendali

Sebarkan artikel ini
Ketga : Pj Gubernur Sulawesi Tenggara.

KENDARI- LENSASATU. COM. ||. Inflasi Provinsi Sulawesi Tenggara pada Februari 2024 masih terkendali, hal ini berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra pada Jum’at (01 Maret 2024).

Tercatat Inflasi year on year Sultra sebesar 2,90%, setelah sebelumnya pada Januari 2,46 %. sedangkan Inflasi month to month Sultra sebesar 0,19%.

Dengan demikian, Inflasi Sultra berada pada peringkat 20 dari 38 provinsi di seluruh Indonesia sebelumnya peringkat ke 28 dari 38.

BACA JUGA :  Petani Baruga Panen Raya, Kota Kendari Buktikan Ketahanan Pangan dan Inflasi Terkendali

Adapun angka Inflasi pada 4 empat Kabupaten/Kota di Sultra yang menjadi penilaian inflasi Sultra yakni, Kabupaten Konawe 4.10%, Baubau 3.58%, Kolaka 2.79% dan kota Kendari 2.27%.

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (HC) Andap Budhi Revianto.,S.I.K., M.H, mengatakan Inflasi Sultra pada bulan Februari 2024 masih relatif stabil.

“Didasari target Inflasi yang ditentukan tahun 2024 yakni sebesar 2,5% ± 1%, maka Inflasi year on year Provinsi Sultra masih dalam rentang terkendali yaitu antara rentang 1,5% hingga 3,5%.,”ucapnya.

BACA JUGA :  FIB UNAIR Melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Wakatobi, Kepsek SMAN 2 Wangi-Wangi Berikan Apresiasi

Sebagai penyumbang Inflasi year on year Provinsi Sultra diantaranya adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok Kesehatan, kelompok Pendidikan, dan kelompok transportasi.

Komoditas utama penyumbang inflasi adalah beras, dengan inflasi sebesar 21,64% dan andil 1,17%. Meskipun demikian Produksi beras Sultra tahun 2023 sebesar 275, 31 ribu ton, naik sebesar 0,09% dibanding tahun 2022 yang sebesar 275,06 ribu ton.

BACA JUGA :  Kenal Lebih Dalam 4 Srikandi HIPMI Konsel yang di Juluki Wanita Hebat

“Sebagai catatan, luas panen turun tapi produksi beras di Sultra naik karena produktifitas tinggi. Ada upaya Pemerintah Daerah dalam meningkatkan produksi beras seperti bantuan pupuk, perbaikan irigasi dan sebagainya,” pungkasnya Pj Gubernur Sultra tersebut.

Diketahui kenaikan harga beras ini terjadi di hampir seluruh Provinsi di Indonesia, kecuali 1 Provinsi yaitu Provinsi Jambi. Kenaikan beras seiring dengan naiknya harga gabah di tingkat petani.

Reporter : Azn

Editor : Red

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *