Nasional

Disebut Incar Kursi Ketum PDIP untuk Langgengkan Kekuasaan, Jokowi: Katanya Mau Ngerebut Golkar? Masa Semua Mau Direbut

1969
×

Disebut Incar Kursi Ketum PDIP untuk Langgengkan Kekuasaan, Jokowi: Katanya Mau Ngerebut Golkar? Masa Semua Mau Direbut

Sebarkan artikel ini

Jakarta- lensasatu.com Presiden Jokowi menampik tudingan dirinya akan merebut kursi ketua umum PDIP untuk melanggengkan kekuasaannya. Dia menegaskan, tindakan seperti itu tidak patut dilakukan.

Jangan seperti itu,” singkat Jokowi, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Rabu (3/4/2024).

Jokowi lantas menganggap hal itu sebagai sebuah klaim candaan. Saat ditegaskan apakah benar pernyataan yang disampaikan Hasto, kepala negara hanya terkekeh dan bertanya balik kepada awak media.

BACA JUGA :  Polda Sulsel Ajak Masyarakat Dukung Kesuksesan Event KTT G20 DiBali

Bukannya (Ketum) Golkar?” ujarnya.

Jokowi lantas memastikan, tindakan rebut merebut adalah tidak baik. Sehingga dia meminta hal tersebut jangan dilakukan.

Katanya mau ngerebut Golkar?, katanya mau ngerebut? masak semua mau direbut semuanya? Jangan, jangan seperti itu,” Jokowi menandasi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan upaya Presiden Jokowi mempertahankan kepemimpinannya dengan mengincar kursi ketua umum PDIP yang kini diduduki Megawati Soekarnoputri.

Menurut Hasto, eks Wali Kota Solo tersebut ingin mempertahankan kekuatan politik dengan menguasai parpol, yakni Golkar dan PDIP.

BACA JUGA :  Ridho Rahmadi, DISKON Bersama PDPM Kota Medan

Rencana pengambilalihan Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Jadi, jauh sebelum pemilu, beberapa bulan, antara lima-enam bulan. Ada seorang menteri power full,” kata Hasto dalam kegiatan Bedah Buku ‘NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971’ karya Ken Ward (1972) yang digelar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2024).

Hasto menyebut, dalam kabinet Jokowi ada menteri power full dan menteri superpower full. Kemudian, yang mendapatkan tugas untuk menjembatani pengambilalihan kursi ketum PDIP ialah menteri power full.

BACA JUGA :  Kepala Lingkungan di Medan Di Copot karena Sering Lakukan Ini

Supaya enggak salah, ini ditugaskan untuk bertemu Ryaas Rasyid oleh Presiden Jokowi. Pak Ryas Rasyid ditugaskan untuk membujuk Bu Mega, agar kepemimpinan PDI Perjuangan diserahkan kepada Pak Jokowi. Jadi, dalam rangka kendaraan politik. Untuk 21 tahun ke depan,” sebutnya:int*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *