Metro Kota

Gubernur Sultra : Transformasi Birokrasi dan E-government Tidak Dapat Ditunda

426
×

Gubernur Sultra : Transformasi Birokrasi dan E-government Tidak Dapat Ditunda

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menjadi keynote speaker Simposium Nasional Asosiasi Program Studi Ilmu

Kendari-LENSASATU.COM||Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menjadi keynote speaker Simposium Nasional Asosiasi Program Studi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) bertajuk “Transformasi Digital dan E-Government dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Responsif dan Transparan.” Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (10/2/2026).

Dalam kegiatan yang tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka membagikan pengalamannya sebagai kepala daerah dalam menghadapi dinamika dan tantangan pemerintahan yang semakin kompleks di era digital. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal kepemimpinannya, terdapat dua fokus utama yang menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pemerintahan.

“Dua hal yang saya pikirkan di awal pemerintahan, yakni bagaimana menyelesaikan masalah dan bagaimana menyejahterakan masyarakat,” ujar Gubernur.

BACA JUGA :  Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Gubernur Sultra Ikuti Rakor Pengamanan Nataru 2025–2026

Berangkat dari fokus tersebut, Gubernur menilai transformasi birokrasi dan e-government sebagai langkah strategis yang tidak dapat ditunda. Transformasi ini diperlukan untuk mendorong inovasi, meningkatkan akuntabilitas, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, serta memberikan kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“E-government hadir untuk mempermudah pelayanan publik,” tuturnya.

Pandangan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua AIPPTM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., yang menilai komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai contoh positif dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan.

BACA JUGA :  Sambut dan Meriahkan HUT RI Ke-78 Tahun, Masyarakat Desa Bonto Ulu Tellupoccoe Kabupaten Maros Gelar Lomba Karaoke

“Sulawesi Tenggara merupakan salah satu daerah yang menjadi rookie dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan,” ujarnya.

Apresiasi tersebut diperkuat dengan capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang berhasil meraih peringkat pertama nasional dalam program Championship Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) kategori Rookie of the Year. Prestasi ini menjadi lompatan besar, mengingat pada tahun 2023 Sulawesi Tenggara masih berada di peringkat ke-34 dari 34 provinsi. Kini, Sulawesi Tenggara berhasil naik ke peringkat ke-16 dari 38 provinsi secara nasional.

Gubernur Andi Sumangerukka menekankan bahwa salah satu faktor penentu keberhasilan penerapan e-government adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) aparatur. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), yang dituntut memiliki integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat.

BACA JUGA :  Sat Resnarkoba Polres Karimun Berhasil Ungkap Ganja Seberat 30 Kg

“Untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, perubahan harus dimulai dari kepemimpinan. Karena itu, saya ingin membangun sistem yang baik,” tegas Gubernur

Gubernur menutup paparannya dengan menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas yang ditopang oleh sistem digital merupakan fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Editor:Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *