BoneDaerah

Jalan kelurahan Jeppe’e Amblas, Warga Dihantui Kekhawatiran

1369
×

Jalan kelurahan Jeppe’e Amblas, Warga Dihantui Kekhawatiran

Sebarkan artikel ini

BONE, LENSASATU.COM || Akses jalan di Lingkungan Lallongka Riawang, keluarahan Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Barat, kabupaten Bone ambles.

Akses jalan tersebut ambles sepanjang sekitar Empat meter dan lebar sekitar Dua meter dengan kedalaman sekitar 150 sentimeter

Hal tersebut mengakibatkan kendaraan roda Empat tidak dapat terakses masuk sehingga warga yang memiliki kendaraan roda Empat harus memarkir jauh karena hampir separuh bagian jalan mengalami longsor.

Warga setempat, menghawatirkan jika ini tidak di tanggulangin cepat, ketika hujan bisa semakin parah mencelakai pengguna jalan.

” Kami khawatir ketika hujan deras kembali lonsor yang lebih parah lagi, kasian juga warga yang memiliki kendaraan roda Empat yang memarkir jauh keamanannya tidak terjamin, ” Kata Wiwin kepada Lensasatu.com, Senin (17/02/2025).

BACA JUGA :  Penampung Timah Yang Disinyalir Ilegal Bebas Beraktivitas Di Simpang Perlang

Lanjut dikatakan, Amblasnya jalan tersebut terjadi di Bulan Desember 2024 lalu, merekapun sudah melaporkan ke pemerintah kelurahan agar ada perbaikan.

” Kami berharap agar pemerintah mencari solusi agar akses jalan ini bisa diperbaiki sebelum ada korban maupun kerusakan yang lebih parah, ” Ungkapnya.

Lurah Jeppe’e Ryan Risa Swara, yang ditemui mengatakan, terkait jalan yang amblas Dirinya sudah bersurat ke Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan)

BACA JUGA :  Runners Lapatau Bone Gelar Ajang Lomba Lari 5K dan 10K

” Itu hari selama tiga hari hujan terus sepanjang hari. Di hari ke empat warga melapor ke kepala lingkungan dan setalah saya Terima laporan dari kepala lingkungan saya lansung turun ke lokasi ambil foto foto kemudian saya bersurat ke PSDA dan Disperkimtan lengkap dengan foto fotonya, ” Kata Ryan

Ryan Lurah Jeppe’e, juga menjelaskan, Itu sudah di atensi dari dua instansi tersebut dengan menurunkan tim bersama kepala lingkungan meninjau serta mengukur jalan yang amblas.

BACA JUGA :  Pemprov Sultra Tertibkan Aset 1.000 Hektare di Nanga-Nanga, Libatkan KPK dan TNI-Polri

“Menurut Disperkimtan kalau sudah dikerja taludnya nanti pihaknya (Perkimtan.Red) yang akan benahi pavingnya, karena percuma di kerja paving kalau taludnya tidak dikerja, ” Jelasnya.

talud, atau dinding penahan tanah yang diduga sudah tua kemudian jalan itu selalu dilalui mobil truk bermuatan berat dan ditambah hujan deras selama tiga hari itulah membuat jalan amblas.

” Saya sudah sampaikan ke warga agar mobil truk jangan lewat karena ada jalan alternatif yang lain sebab selain curah hujan penyebabnya itu juga (Mobil truk muatan berat).” Pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *