KENDARI-LENSASATU. COM.||. Turut berbelah sungkawa atas kematian salah satu pemimpin Islam Iran Presiden Ebrahim Raisi pada Minggu (19 Mei 2024).
Untuk di ketahui beberapa waktu lalu publik beritakan terkait konflik frontal antara Iran dan Israel, lalu statmen terakhir yang dahulu sempat di lontarkan oleh salah satu pejabat senior Israel yang akan membalas serangan Iran.
Tentunya ini menuai begitu banyak pro kontra tentang kejanggalan kronologi kejadian jatuhnya helikopter yang di tumpangi presiden Ebrahim beserta beberapa pejabat Iran.
Bahkan salah seorang ex anggota parlemen Eropa, Nick Griffen mengatakan ada alasan bahwa intelejen Israel adalah sebab kematian presiden Ebrahim, buntut dari pernyataan intelejen Israel bukan turut berbelasungkawa melainkan menyatakan bahwa kematian presiden tidak akan menggoyahkan rezim Iran karena pucuk pimpinan tertinggi ada pada Imam Khomeni.
Di tempat lain, ex menlu Iran juga berpandangan berbeda, ia mengatakan ada kontribusi Amerika Serikat (AS) dalam kejanggalan ini, untuk di ketahui helikopter yang di tumpangi presiden adalah buatan AS tetapi karena adanya sanksi AS untuk Iran buntut serangan ke Israel membuat hubungan AS dan Iran juga demikian, sehingga pasokan suku cadang helikopter itu sulit di dapat kecuali di AS.
AS adalah sekutu fanatik Israel, adanya dugaan kongkalikong antara Israel dan AS untuk melumpuhkan perlawanan Iran yang terus lantang menentang genosida di Palestina. Mereka adalah dua sekutu sekaligus kutukan atas semua negara di dunia, penjahat perang sekaligus perampok HAM atas Palestina.
Penulis : Nawir
Editor : Red














