KONAWE SELATAN — LENSASATU.COM || SMA Unggul Garuda Baru (SUGB) Konawe Selatan mengajak siswa SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Sulawesi Tenggara memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan tersebut melalui penerimaan peserta didik baru tahun 2027.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Gelar Griya (Open House) bertema Satu Tahun Sekolah Garuda Melahirkan Talenta Unggul untuk Indonesia yang digelar di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 51 sekolah dalam ekosistem Sekolah Garuda di seluruh Indonesia, yang terdiri atas empat SMA Unggul Garuda Baru dan 47 SMA Unggul Garuda Transformasi.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., mengatakan, kegiatan gelar griya memiliki sejumlah tujuan, di antaranya memperkenalkan sekolah kepada calon peserta didik dan masyarakat, sekaligus menyampaikan perkembangan pembangunan serta penyelenggaraan pendidikan selama satu tahun.
“Sebanyak 55 SMP/MTs kami undang untuk melihat langsung Sekolah Garuda. Harapannya, sekolah-sekolah tersebut dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mendaftar, terutama dari Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Menurut Ahmad Najib, pengenalan sekolah secara langsung menjadi bagian penting dalam menyosialisasikan penerimaan peserta didik baru tahun 2027. Para kepala sekolah, guru, dan orang tua diharapkan memperoleh gambaran mengenai fasilitas, lingkungan belajar, serta program pendidikan yang diselenggarakan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pertanggungjawaban publik atas capaian pembangunan infrastruktur dan prestasi peserta didik SMA Unggul Garuda Konawe Selatan.
Ahmad Najib juga menyampaikan bahwa pengelolaan Sekolah Garuda direncanakan bertransisi secara bertahap dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (LPUPK-RI).
Menurutnya, lembaga tersebut dipersiapkan untuk memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan talenta unggul nasional melalui ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi. Karena itu, transisi pengelolaan diharapkan semakin memperkuat dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Sekolah Garuda.
Gubernur Lembaga Pengelola Universitas dan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia (LPUPK-RI), Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan T., M.D.S., M.S.P., mengatakan, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendorong Indonesia menjadi bangsa yang maju dan mampu bersaing secara global.

Donny menjelaskan, berbagai program pendidikan yang dikembangkan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi, dan Sekolah Unggul Garuda, merupakan peluang bagi masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan dengan fasilitas dan standar pembelajaran yang berkualitas.
Karena itu, ia mengajak para orang tua, guru, dan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mendorong putra-putri mereka mengembangkan kemampuan dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Unggul Garuda.
Donny menekankan, generasi unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga harus mempunyai karakter yang baik, integritas, nasionalisme, serta kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, kecerdasan perlu berjalan beriringan dengan karakter dan nilai kebangsaan agar generasi muda mampu menghadapi persaingan global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Selain itu, kegiatan gelar griya menjadi awal transisi pengelolaan Sekolah Garuda dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi kepada LPUPK-RI. Transisi ini diharapkan mendukung pengembangan talenta nasional melalui ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. Muhammad Fadlansyah, menyampaikan bahwa kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ekosistem pendidikan nasional di daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyambut baik pembangunan sekolah tersebut sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di bidang pendidikan.
Menurut Gubernur, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan arah kemajuan bangsa. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kecerdasan buatan, serta persaingan global, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan kecerdasan akademik, tetapi juga karakter, integritas, kreativitas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kehadiran SMA Unggul Garuda di Konawe Selatan diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, budaya riset, dan inovasi, khususnya di bidang sains dan teknologi serta berbagai bidang strategis lainnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto karena telah menetapkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Unggul Garuda.
Gubernur berharap capaian satu tahun pembangunan dan penyelenggaraan SMA Unggul Garuda menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga sekolah tersebut berkembang menjadi lingkungan belajar yang berkualitas, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMA Unggul Garuda Konawe Selatan, Dian Anggraini, melaporkan bahwa sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 20 hektare. Pembangunan dimulai pada Oktober 2025 melalui peletakan batu pertama.
Sementara kegiatan pendidikan mulai berlangsung pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran 2026/2027. Pada angkatan pertama, sekolah menerima 76 peserta didik yang berasal dari Sulawesi Tenggara dan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia.
Sejak kegiatan pembelajaran dimulai, sekolah secara bertahap melaksanakan kegiatan akademik, pembinaan kedisiplinan, serta pengembangan minat dan bakat peserta didik.
Dari sisi infrastruktur, progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai sekitar 89 persen. Sejumlah fasilitas yang diperkenalkan kepada para tamu undangan meliputi ruang belajar, laboratorium, perpustakaan, asrama, gedung serbaguna, dan berbagai fasilitas pendukung pendidikan lainnya.
Editor:redaksi














