DaerahSulawesi Tenggara

PPS Kendari Disiapkan Jadi Kawasan Industri Perikanan, ASR Minta Infrastruktur Diperkuat

192
×

PPS Kendari Disiapkan Jadi Kawasan Industri Perikanan, ASR Minta Infrastruktur Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Ketgam; Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari sebagai kawasan industri perikanan

KENDARI – LENSASATU.COM.|| Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya pengembangan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari sebagai kawasan industri perikanan. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke pelabuhan tersebut pada Selasa (16/9/2025).

Dalam kunjungannya, Gubernur ASR menekankan bahwa potensi perikanan yang melimpah di Sultra harus diikuti dengan hilirisasi yang terencana. Salah satunya dengan menghadirkan industri pengolahan ikan, termasuk rencana pembangunan pabrik pengalengan.

Menurutnya, langkah itu akan berdampak langsung pada peningkatan nilai tambah hasil tangkapan nelayan, membuka lapangan kerja baru, sekaligus memperkuat perekonomian daerah. “Kita harus mengoptimalkan potensi ini dengan menarik investasi dan menyiapkan sarana pendukungnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Momentum Maulid, Andi Rio ajak masyarakat Teladani Akhlak Nabi Muhammad dan Wujudkan Pilkada Damai

ASR menilai, kesiapan infrastruktur menjadi syarat utama agar investor mau menanamkan modal. Ia menyebut fasilitas dermaga, cold storage, dan akses transportasi modern harus diperkuat untuk mendukung pengembangan kawasan industri perikanan di PPS Kendari.

Kepala PPS Kendari, Asep Saepulloh, mengungkapkan bahwa kawasan pelabuhan memiliki luas 42 hektare, namun baru sekitar 32 hektare yang termanfaatkan. Masih tersedia 10 hektare lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas tambahan.

Adapun rata-rata hasil produksi perikanan yang tercatat mencapai 80–100 ton per hari, dengan ikan layang sebagai tangkapan dominan. Data ini memperlihatkan betapa besar peluang hilirisasi perikanan di Sultra jika ditunjang dengan industri pengolahan.

BACA JUGA :  Paslon Beramal Peduli Nelayan dan Petani di Bone, Ini Bukti Bukan Janji

Menurut Asep, dengan volume produksi tersebut PPS Kendari sangat layak dikembangkan sebagai pusat industri perikanan terintegrasi. “Kapasitas produksi yang stabil menjadi modal kuat bagi hadirnya investor,” ujarnya.

Selain fokus pada hilirisasi, Pemprov Sultra bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyiapkan program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, baik dari sisi fasilitas, pendidikan, hingga kesehatan.

BACA JUGA :  Pj. Gubernur Sultra Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional Perdana di Tahun 2025

ASR menegaskan bahwa seluruh kebijakan pembangunan sektor perikanan harus berpihak pada nelayan. Ia menekankan, nelayan bukan hanya penghasil bahan mentah, tetapi juga harus menjadi penerima manfaat utama dari hadirnya industri.

“Pembangunan perikanan harus menghadirkan kesejahteraan nyata bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Itu tujuan utama kita,” tegas Gubernur.

Dengan penguatan infrastruktur dan hilirisasi, Pemprov Sultra optimistis PPS Kendari akan berkembang menjadi pusat industri perikanan modern. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius.

Reporter; Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *