KENDARI – LENSASATU.COM || Presiden Direktur PT Winarapan, Siregar, hadir langsung di Kota Kendari membawa misi strategis pengembangan perdagangan ekspor dan impor.
Kehadirannya menarik perhatian berbagai pihak karena membuka peluang Sulawesi Tenggara terhubung langsung dengan pasar internasional tanpa bergantung pada pelabuhan besar di luar daerah.
Kendari Diproyeksikan Jadi Gerbang Perdagangan Internasional
Dalam pertemuan bersama media Lensasatu.com Siregar menegaskan bahwa Kendari memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekspor baru di kawasan timur Indonesia. Saat ini, PT Winarapan telah membuka jalur perdagangan internasional langsung dari Kendari ke sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Korea, Jepang, Hongkong, Vietnam, Malaysia, hingga Rusia.
“Sudah saatnya Kendari berdiri sendiri dan menikmati hasil buminya tanpa harus bergantung pada daerah lain,” tegas Siregar.

Memangkas Rantai Distribusi yang Merugikan Daerah
Siregar menjelaskan bahwa visi utama PT Winarapan adalah memotong rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan daerah. Selama bertahun-tahun, komoditas asal Sulawesi Tenggara harus dikirim ke Makassar, Surabaya, atau Jakarta sebelum diekspor, sehingga nilai tambah daerah hilang dan biaya logistik meningkat.
“Kalau semua masih lewat Jakarta dan Surabaya, yang menikmati bukan Kendari. Itu yang ingin kita ubah,” ujarnya.
Petani dan Pengusaha Lokal Jadi Penerima Manfaat Utama
Menurut Siregar, sistem distribusi lama membuat petani dan pelaku usaha lokal menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus menanggung biaya tambahan pengiriman. Dengan dibukanya jalur ekspor langsung dari Kendari, biaya bongkar muat dan pengiriman ulang dapat dihilangkan, sehingga harga jual komoditas meningkat di tingkat produsen.
“Kalau biaya ini kita hapus, yang sejahtera petani dan pengusaha lokal. Pemerintah daerah juga otomatis ikut maju,” katanya.

Bukti Ekspor Perdana di Kota Kendari Go Tiongkok.
Siregar sudah membuktikannya melalui Ekspor Perdana, Direct Ekspor Feronikel Perdana ke Tiongkok yang dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka pada tanggal 28 Januari 2026 lalu. Ia sukses mengirim 46 Kontainer dari Peti Kemas Kendari New Port dengan tujuan Lianyungan,Tiongkok.
“Saya membuktikannya dengan kemampuan jaringan serta kemampuan saya dalam hal kembangkan berbagai daerah dalam dunia perdagangan ekspor dan tentu demi kemajuan suatu daerah agar masyarakat sultra lebih sejahtera sesuai misi Gubernur dan pemerintah lainnya. Tegas Siregar.

Komoditas Unggulan Sultra Siap Tembus Pasar Global
PT Winarapan membuka peluang ekspor untuk berbagai komoditas unggulan Sulawesi Tenggara, seperti kelapa, merica, tepung tapioka, serta hasil pertanian dan perkebunan lainnya. Seluruh komoditas yang memenuhi standar ekspor dapat langsung dikirim dari Kendari ke negara tujuan tanpa harus transit di kota lain.
“Dari sini bisa langsung ke Cina, Korea, Jepang, sampai Rusia. Tidak perlu bongkar muat lagi di daerah lain,” jelas Siregar.
Pengalaman Sukses di Palu Jadi Contoh Nyata
Siregar turut membagikan pengalamannya saat membuka jalur ekspor kelapa langsung dari Palu, Sulawesi Tengah. Dampaknya dinilai signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Harga kelapa yang sebelumnya hanya sekitar Rp1.500 per butir meningkat menjadi Rp3.000 setelah ekspor dilakukan langsung dari daerah.
“Kalau rakyat sejahtera, daerah akan kuat. Itu prinsip yang saya pegang,” ungkapnya.
UMKM Didorong Ikut Menembus Pasar Internasional
Tak hanya menyasar perusahaan besar, PT Winarapan juga berkomitmen mendorong pelaku UMKM agar dapat menembus pasar global. Melalui sistem konsolidasi, satu kontainer dapat diisi oleh beberapa pelaku usaha dengan tujuan ekspor yang sama, sehingga UMKM tidak terbebani biaya besar.
“UMKM harus kita angkat. Mereka juga bisa ekspor asal diarahkan dengan benar,” kata Siregar.
Komitmen Bangun Ekonomi dan PAD Daerah
Menutup pernyataannya, Siregar menegaskan bahwa kehadiran PT Winarapan di Kendari bukan untuk menciptakan monopoli, melainkan membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif. Ia berharap dukungan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui MoU dan seluruh pemangku kepentingan agar Kendari dapat berkembang menjadi pelabuhan ekspor internasional yang aktif.
“Saya ingin Kendari tumbuh, PAD meningkat, dan masyarakat merasakan langsung manfaat perdagangan internasional,” pungkasnya.
Reporter: Rolan
Editor: Red














