Wisata

Tradisi Unik Desa Ulo Tellu Siattinge, Warga Saling Cebur ke Sungai

665
×

Tradisi Unik Desa Ulo Tellu Siattinge, Warga Saling Cebur ke Sungai

Sebarkan artikel ini

 

LENSASATU.COM-BONE||Cemme Passili atau mandi suci adalah sebuah tradisi yang tetap dilestarikan oleh masyarakat desa Ulo, kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Ribuan Warga desa saling cebur ke sungai sebagai rangkaian dari ritual tahunan yang disebut dengan Cemme passili. Senin (12/12/2022)

Dalam ritual ini, seluruh warga desa harus diceburkan ke sungai tak pilih usia maupun jenis kelamin, hal inilah yang membuat warga yang berasal dari luar desa pun datang untuk menonton.

Selain melestarikan Tradisi, ini juga bertujuan untuk membangun silaturahmi antara masyarakat ataupun tentangga desa bahkan dari luar Desa Ulo. Hal ini diungkapkan Camat Tellu Siattinge

BACA JUGA :  Kerja Sama Disparbud, Five Only Management Gelar Festival Kuliner dan Berbagai Macam Lomba

Kata A. Kusayyeng Camat Tellu Siattinge, Terlihat banyaknya masyarakat dari luar yang datang menyaksikan tradisi ini, jadi tak heran masyarakat Ulo-ulo memotong kuda untuk menjamu para tamu yang datang berkunjung.

“Bahkan dari antusiasme masyarakat pernah sampai 50 ekor Kuda yang di sembelih, itu tujuannya untuk menjamu tamu yang sengaja datang dari luar Desa.” Katanya

Dikatakan lebih lanjut masyarakat selalu menyisihkan pembelian kuda disetiap hari pasar dan ini sudah Tradisi dari turun temurun terkadang 10 rumah menyembelih 1
Kuda

BACA JUGA :  Bupati Konut H. Ruksamin Bersama Masyarakat Menyambut Kedatangan Wisatawan Manca Negara di Pulau Labengki

Ia menjelaskan bahwa, Hal ini bermula dari bencana kelaparan dan kekeringan yang melanda nenek moyang mereka, hingga akhirnya raja setempat memanggil seluruh rakyatnya untuk berdoa meminta hujan, sambil bermain air yang di dasar sungai yang hampir kering.

“Pada saat Raja Ulo memanggil semua rakyatnya untuk berdoa agar terhindar dari bencana kekeringan di sungai ini maka seketika itu turunlah hujan dan mulai saat itu ritual ini dilakukan secera turun temurun setiap tahunnya,” jelas Andi Kusayyeng

BACA JUGA :  Dinas BMCKTR Bone Mulai Pembangunan Tugu Nol Kilometer, di Lokasi Ini 

Aksi saling kejar-kejaran antara warga yang menolak terlibat dalam ritual ini menjadi Pemandangan bagi pengunjung. Hal itu juga menambah kemeriahan ritual dengan gelak tawa warga.

Salah satu pengunjung yang dari luar kecamatan Tellu Siattinge, Emang (23) mengatakan, Tradisi cemme passili sangat perlu terus dilestarikan dan dijadikan warisan budaya bagi daerah Kabupaten Bone

“Tradisi cemme passili’ juga bisa dijadikan obyek wisata yang bisa menarik banyak pengunjung dari luar, bahkan wisatawan Asing” ucap Emang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *