BONE, LENSASATU.COM – Kunci solusi untuk perlindungan dan pemberdayaan nelayan adalah peningkatan taraf hidup.
Hal ini diungkapkan Andi Akmal Pasluddin pada kegiatan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka pendampingan perlindungan dan pemberdayaan bakti nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bakti Nelayan yang bertujuan meningkatkan taraf hidup para nelayan di wilayah kampung nelayan Desa Kading kecamatan Barebbo dan Desa Massangkae, kecamatan Kajuara
Anggota Komisi IV DPR RI, menyoroti terkait sulitnya akses solar untuk bahan bakar mesin (BBM) yang sering diselundupkan.
“Solar subsidi untuk BBM harusnya mudah di akses, tetapi kenyataannya di Bone ini banyak penyelundupan solar sehingga nelayan dan petani tidak dapat solar, ” kata Andi Akmal.
Andi Akmal menyebutkan, Inilah menjadi tugas negara bagaimana, pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi para nelayan
” Alhamdulillah saya sendiri sudah banyak saya bantukan, mulai dari kita bantu kapal nelayan baik dana langsung maupun melalui dana Alokasi Khusus, kita juga berikan mesin katintingnya, ” ungkapnya
Lanjut kata Andi Akmal untuk pemberdayaan nelayan Ia juga menyalurkan sejumlah Alat tangkap, alat pembudidaya Bioflok, bahkan alat pengolahan seperti mesin pembuat bakso dan cool box.
Selanjutnya Andi Akmal Bersama Tenaga Ahli DPR RI Andi Haeril mengungkapkan kesejahteraan Nelayan termasuk juga keselamatan kerja para nelayan.
” Saya tadi mengecek Asuransi untuk nelayan baru 1000 melalui dinas perikanan kabupaten Bone, ” pungkasnya

Disamping itu Masih kata Andi Akmal, Kedepannya nanti Ia akan minta ke direktorat jenderal kementerian Kelautan dan perikanan untuk asuransi nelayan lima ribu untuk Bone.
” Tahun depan nelayan kita di Bone diberikan 10 ribu asuransi nanti preminya dari APBN, ” jelasnya
” Namun karena saya hadir disini ada yang mau ikut Asuransi tidak ada uangnya saya akan siapkan 600 orang. Saya sendiri yang akan bayarkan preminya dengan uang pribadi saya,” tambahnya.
Hal itu juga di ungkapkan Andi Akmal di dusun Laggopo desa Desa Massangkae, kecamatan Kajuara dengan mendaftarkan nelayan sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan Sebanyak 500 orang.
Ditempat yang sama Kepala BPJS ketenagakerjaan Andi Fajar mengatakan, Kalau berbicara perlindungan ada badan khusus yang diserahkan oleh Negara yang namanya BPJS Ketenagakerjaan
Andi Fajar juga menjelaskan bahwa, Program ini dibentuk oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada pekerja melalui mekanisme asuransi sosial.
Masih kata Andi Fajar, BPJS di indonesia ada dua, BPJS kesehatan yang mengurusi jaminan kesehatan Nasional dan BPJS ketenagakerjaan mengurusi lima program. jaminan Kecelakaan kerja, kematian, hari tua, pensiun, kehilangan pekerjaan
” Karena disini termasuk sektor bukan penerima upah (BPU), Nelayan yang menjadi peserta akan mendapatkan perlindungan tiga program yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT), ” ucap kepala BPJS ketenagakerjaan.
Kemudian, Setelah menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan ada nelayan yang hilang di laut hingga mengakibatkan meninggal dunia maka santunan yang kita berikan ke ahli waris sebesar 42 juta rupiah.
Selain itu kata Andi Fajar Pekerja yang meninggal, Anaknya juga akan diberikan beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, maksimal Rp174 juta.
” pekerja seharusnya bisa bekerja keras tanpa rasa cemas karena sud
ah mendapatkan perlindungan, ” Tuturnya
Reporter : Jumardi Ricky
Editor : Red














