Daerah

Bimtek Pemeliharaan, Mengantisipasi dan Mengatasi Kerusakan Alat dan Mesin Pertanian Secara Mandiri

459
×

Bimtek Pemeliharaan, Mengantisipasi dan Mengatasi Kerusakan Alat dan Mesin Pertanian Secara Mandiri

Sebarkan artikel ini

BONE-LENSASATU.COM||Kementrian Pertanian Republik Indonesia bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) gandeng anggota komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin gelar Bimbingan Teknis Prasarana dan Sarana Pertanian

A. Akmal Pasluddin membuka Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang bertema kiat mengantisipasi dan mengatasi kerusakan alsintan secara mandiri, Saptu (24/09/2022) di Salah satu hotel kabupaten Bone

Peserta kegiatan Bimtek kiat mengantisipasi dan mengatasi kerusakan alsintan secara mandiri sebanyak 100 orang terdiri dari unsur petani dan kelompok Tani

Tujuan bimbingan tersebut untuk meningkatkan luas tambah tanam dengan salah satu upaya dengan percepatan tanam dan juga agar petani dapat memanfaatkan alsintan semaksimal mungkin sehingga terampil/mahir mengoperasikan serta proses perawatannya.

Kabid Sarana dan Prasarana  Kementrian Pertanian RI,Gunawan Suhendro mengatakan alsintan itu yang terpenting diperhatikan itu adalah ASO nya. Air, Solar dan Olinya

” Airnya jangan sampai habis dan airnya kalau bisa untuk air pendinginnya jangan pakai air sungai karna itu sangat tidak dianjurkan dan juga air mineral, gunakan air yang khusus saja, mungkin jatuhnya lebih mahal tapi pendinginanya lebih baik dan lebih awet. ” Ungkapnya

BACA JUGA :  KPU Bone Undi Nomor Urut Paslon, Andi Rio - Amir Dapat Nomor Urut 1

Hadir sebagai pemateri bimtek Hj. Andi Tenriawaru, Kabid Sarana dan Prasarana mengatakan, dari 1.486 unit bantuan traktor roda dua sampai saat ini saya yakin dengan pasti dari melihat daftar yang ada kondisi dan potensi luas lahan sawah kita dikabupaten Bone yang 180 ribu hektar

“Jikalau satu unit hand traktor mampu mengolah lahan kurang lebih 14 hektar permusim tanam, kami masih butuh hand traktor melihat dari luas lahan kita.” Ucap Andi Tenri

Dikatakan, Ada 42 ribu hektar lahan irigasi kita dikabupaten Bone dan sawah tadah hujannya seluas 70.146 Hektar dari total luas lahan 118 ribu kita juga ada mengolah lahan sawah pasang surut seluas 5.478 hektar yang adanya di 4 kecamatan di Bone Utara.

Saya berharap untuk Bimtek ini yang perlu di bimtek adalah tenaga tenaga muda karena dibutuhkan regenerasi untuk memikirkan alat pertanian kita, hal ini diungkapkan Andi Tenri didepan peserta Bimtek

“Cukup banyak bantuan bantuan alat pertanian yang tidak sedikit nilainya tapi kalau alat mesin ini tidak dikelola dan diperhatikan dengan baik, tidak dimodali para offtaker dengan baik untuk mengendalikan dan menjalankan alat teknik pertanian sama saja itu tidak berguna. ” Tuturnya

BACA JUGA :  Puncak Semarak HUT RI ke 79, Kadis Andi Asman Sulaiman Rayakan Panen Kemerdekaan Bersama Pj. Bupati Bone

Dia menegaskan para kelompok tani dan petani yang hadir bahwa, Semangat meminta harus Sama dengan semangat mengawas dan memiliki karena sebanyak apapun dan semahal apapun alat pertanian yang kita gunakan tidak akan berarti kalau tidak dikelola dengan baik.

Pada kesempatan tersebut Andi Tenri juga menyampaikan, dalam waktu dekat akan ada bantuan 2000 unit pompa air berbahan gas dari kerjasama Kementrian Pertanian dan Kementrian Sumberdaya Mineral.

“Dibagi perindividu nantinya bagi petani yang memilik luas lahan minimal 0,50 are,” ujar Tenri.

Sementara Andi Akmal Pasluddin yang membuka bimtek tersebut mengatakan Dalam 10 tahun ini kita melihat ada kemudahan dalam mengolah pertanian kita  baik di hulunya maupun di hilirnya, dulunya mengunakan sapi atau kerbau sekarang sudah mengunakan mesin bahkan mesinnya sekarang sudah 4 roda.

” Bahkan paska Panen yang dulunya Masi manual sekarang kita sudah mengunakan mesin Combine harvester baik yang kecil, sedang maupun yang besar ini adalah sebuah kemajuan yang luar biasa patut kita syukuri. ” Ujarnya

BACA JUGA :  Oknum Petugas Lapas Diduga Aniaya Tahanan, Kalapas Watampone Angkat Suara

Andi Akmal, berharap dengan adanya bantuan-bantuan pertanian ini, hasil pertanian bisa lebih meningkat terutama di Kabupaten Bone.

“Jangan sampai sudah dibantu alat pertanian tapi hasilnya tidak ada peningkatan tapi hanya mempersingkat waktu kerja saja,” ujar Akmal.

Anggota DPR RI putra asli Bone ini menambahkan, dari hasil rapat di Banggar, tahun depan di Kabupaten Bone akan banyak dibangun sumber-sumber air, karena masih banyak sumber air yang belum dimanfaatkan dengan baik.

“Semua ini harus kita syukuri dengan baik, maksimalkan potensi, Bone tidak bisa maju kalau bukan pertaniannya tidak digenjot. Jadi jangan malas, rubah mindset, agar hasil pertanian melimpah untuk kesejahteraan kita,” ujarnya.

Disampaikan Pula bahwa, Kementan juga telah menyediakan asuransi pertanian namanya asuransi usaha pertanian, selain dapat mengatasi Alsintan, petani juga bisa mengasuransikan lahan pertanian

” untuk lahan pertanian satu hektar pemerintah bayar 6 juta, petani hanya bayar premi asuransi 36 ribu karena pemerintah subsidi 144 ribu dari total Asuransi 180.000 perhektar untuk lahan pertanian.

Reporter : Jumardi
Editor      : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *