BONE, LENSASATUM.COM – Andi Akmal Pasluddin, SP.MM Anggota Komisi IV DPR-RI yang juga Anggota Banggar DPR RI akan fokus memperjuangkan Aspirasi masyarakat di dapilnya.
Ia melihat di Kabupaten Bone Jalan, pertanian, kelautan dan peternakan perlu perhatian khusus.
Hal itu diungkapkan Andi Akmal Pasluddin saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Perikanan Budi Daya Tahun 2024, di salah satu Hotel Kabupaten Bone, Rabu ( 31/1/2024 ).
” Kalau mau masyarakat Bone itu sejahtera peningkatan pendapatan masyarakat kemudian Bone ini maju. ini tiga hal yang harus kita kerjakan cukup perbaiki jalannya, perbaiki pertanian, perikanan dan Peternakan, ” Ucapnya

Di Tahun 2023 kemarin Kata Andi Akmal Pasluddin yang akrab di sapa AAP membeberkan bahwa Bone dapat Dana Alokasi Khusus ( DAK ) perikanan 12 miliar dari aspirasinya sebagai anggota Banggar.
Namun dirinya menyayangkan Anggaran 12 milliar yang penerimanya banyak yang tidak Dia kenal, menurutnya penerima itu kenal dengan AAP karena Dana itu dari AAP.
” Jadi yang 12 miliar itu yang saya kenal cuman penerima kapal itu saja, yang lain saya tidak kenal bahkan banyak yang klaim kalau bantuan dari ini padahal bantuan itu melalui saya, ” ungkapnya
Anggaran di Bone memang tergantung dari pusat, 80% anggaran ini dari pusat, maka dari itu AAP menyarankan Pemerintah Daerah membangun komunikasi dengan pusat.
” Kenapa Bone jalannya rusak selama sepuluh tahun ini, karena kurang komunikasi dengan pusat. Contoh kalau saya mau kasih masuk 100 Milliar untuk jalanan tapi Bupatinya tidak mau menerima itukan tidak bisa juga, ” Kata Andi Akmal
Kepal Bidang budidaya air tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone, Andi Marewangeng menyampaikan bahwa, Pengembangan Subsektor peningkatan budidaya Laut dan budaya air tawar masih sangat potensial untuk dikembangkan.
Disebutka, Kabupaten Bone memiliki gari Pantai kurang lebih 138 km yang meliputi 10 kecamatan dan 63 Desa, Dan 17 Kecamatan non pesisir yang berpotensial untuk pengembangan disektor budidaya air tawar.
Andi Marewangeng memaparkan, Dibudidaya laut ada 101.636. hektar dan yang terkelola 2.045 hektar jadi yang terbangun sekitar 5%
” Untuk budidaya payau memiliki potensi sebesar 15.243 hektar dan yang terkelola 11.362 hektar atau kurang lebih 74%, kemudian Budidaya air tawar memiliki potensi 34.704 hektar dan yang dimanfaatkan 1.083 atau sekitar 3%, ” Papar Andi Marewangeng
Hal ini disebabkan beberapa isu dan permasalahan antara lain, kurangnya pemahaman dan penguasaan teknologi budidaya air tawar.
” Terbatasnya sarana dan prasarana pembudidayaan ikan, mahalnya harga pakan buatan kemudian juga terbatasnya dukungan APBD untuk pengembangan budidaya air tawar, ” Tuturnya.
Reporter : Jumardi Ricky














