KENDARI-LENSATU. COM. ||. Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) IMMawan Riman menyikapi terkait kondisi banjir yang terjadi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sejumlah daerah di Kota Kendari Sulawesi Tenggara pada Kamis 7 Maret 2024 terendam banjir ini bukan pertama kali yang terjadi. tapi bukan separah dan secemas hari ini berdasarkan hasil temuan dan pengamatan dilapangan.
Bahwa banjir hari ini di sebabkan karena tidak ada antisiapasian, rencana teknis dan penanggulangan bencana oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terhadap beberapa wilayah yang sering terkena dampak banjir akibat curah hujan yang lama dan lebat.
Kenapa hal itu demikian terjadi di karenakan Pemkot Kendari hanya berpesta riah dan bernostalgia menyambut dan mengakhiri Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) sehingga hak dan rasa aman warga masyarakat kota Kendari terancam akibat banjir yang meluap di beberapa titik di kota Kendari.
Dan upaya Prentive dalam melakukan pencegahan banjir telah di jelaskan dengan jelas seperti UU No 24 Tahun 2007 atau PP. No 21 tahun 2008 bahwa pemerintah wajib melakukan dalam upaya metigasi berupa pembuatan peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan masyarakat yang tinggal Di wilayah rawan banjir.
akibatnya banjir setinggi 40 cm mengakibatkan warga kota Kendari terpaksa mengungsi sementara waktu di rumah kerabat atau keluarga yang tidak terkena dampak banjir.
Penulis : Riman
Editor : Red














