BONE, LENSASATU.COM – Orang tua Siswa mengeluh, yang mana dalam rapat komite tersebut membahas soal pembuatan seragam sekolah yang difasilitasi oleh pihak sekolah sendiri, serta adanya uang infaq pembangunan.
Salah satu Wali Murid IA mengatakan, Untuk seragam sekolah sendiri dibebani biaya sebesar Rp. 860.000 dan untuk infaq pembangunan senilai Rp. 750.000, jadi total Rp. 1.610.000 kemudian khusus untuk kelas digital dibebani biaya sebesar Rp. 4.800.000
“Ini dinilai mencekik orang tua siswa, dan pada saat rapat komite seperti tidak di buka ruang untuk diskusi, jadi hal tersebut bukan hasil keputusan rapat melalui diskusi, melainkan hasil keputusan sepihak dari pengurus komite, ” ungkap IA melalui whatsApp pribadinya, Jumat (28/06/ 2024).
Lanjut kata IA, dalam rapat kemarin sebenarnya belum ada yang diputuskan, namun tiba tiba di umumkan di group jadwal pengukuran baju.
” Serta di sampaikan juga terkait keputusan rapat komite dengan besaran nilai infaq yang tidak pernah di sepakati bersama jumlahnya,” Pungkasnya.
Sementara Orang tua siswa yang lain pun KI, menyampaikan keluhannya saat di temui di kediamannya di kota Watampone pada hari yang sama
“Kami orang tua siswa tentunya dari latar belakang pekerjaan dan profesi yang berbeda, jadi biaya yang diputuskan oleh pengurus komite itu tentunya ada yang mampu ada juga yang tidak, ” Ungkapnya
” jadi baiknya infaq tersebut jangan di putuskan sepihak brapa nilainya, papar, ” Tuturnya.
Ketua komite MTsN 1 Bone, Tahir Arfah Menanggapi hal tersebut mengaku heran, soalnya pada saat rapat tidak ada orang tua siswa yang protes.
Bahkan para orang tua menurut dia, merasa senang dan ikhlas.
Dia juga menyebut keluhan dari IL dan KA tidak mewakili seluruh orang tua siswa.
“Jangan-jangan juga yang keberatan itu tidak hadir saat rapat,” ujarnya.
Tahir menjelaskan, untuk pengadaan seragam memang dikelola komite dan hal itu berlangsung sudah sejak lama.
“Kalau infaq, untuk pembangunan, jadi di sekolah itu ada halaman luas yang rencana kita mau tutup kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan termasuk keagamaan,” jelasnya.
Terkait infaq kata Tahir, tidak ada paksaan.














