BoneSulawesi Selatan

PNG Hadirkan Ambulans Gratis di Tengah Isu PBB-P2 Bone

525
×

PNG Hadirkan Ambulans Gratis di Tengah Isu PBB-P2 Bone

Sebarkan artikel ini

Di saat masyarakat resah soal kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), PNG justru menguatkan komitmen sosial dengan menghadirkan ambulans gratis yang siap siaga 24 jam.

BONE, LENSASATU.COM || Isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone terus bergulir dan membuat masyarakat gaduh. Banyak warga khawatir kebijakan tersebut akan menambah beban ekonomi mereka.

Banyak warga khawatir kebijakan tersebut akan menambah beban ekonomi mereka. Namun di tengah hiruk pikuk persoalan itu, Putra Noling Grup (PNG) hadir dengan program sosial yang memberi harapan baru: layanan ambulans gratis.

Program ini bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Salah seorang warga Kelurahan Watampone, Rahma (47), menuturkan pengalamannya ketika harus membawa ibunya yang sakit mendadak ke rumah sakit. Saat itu, keluarganya kesulitan mencari kendaraan di tengah malam, hingga akhirnya menghubungi layanan ambulans gratis PNG.

BACA JUGA :  RPJMD Bone Disetujui, PBB-P2 Jadi Perdebatan Panas

“Kalau tidak ada ambulans gratis dari PNG, mungkin kami kebingungan. Alhamdulillah mobil cepat datang, langsung bawa ibu ke rumah sakit. Kami tidak ditagih biaya sepeser pun,” kata Rahma dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Rahma menjadi contoh bagaimana kehadiran program PNG menjawab kebutuhan nyata masyarakat di tengah keresahan akibat isu PBB-P2.

CEO Putra Noling Grup, Ekho Wahyudi

CEO PNG, Ekho Wahyudi, menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin larut dalam polemik kenaikan pajak yang tengah ramai diperbincangkan. Menurutnya, masyarakat tetap membutuhkan perhatian dan aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar mereka.

” Kami di Putra Noling Grup tidak ingin masyarakat kehilangan harapan hanya karena gaduh soal kebijakan PBB-P2. Intinya, PNG tetap fokus melakukan gerakan-gerakan kebaikan. Salah satunya, kami menyediakan ambulans gratis yang bisa diakses masyarakat kapan saja,” ujar Ekho Wahyudi, Senin (18/08/2025).

BACA JUGA :  Bone Raih TPAKD Award 2025, Bukti Komitmen Wabup Andi Akmal Perkuat Ekonomi Daerah

Program ambulans gratis yang dioperasikan PNG dapat digunakan siapa saja, terutama warga kurang mampu yang membutuhkan layanan darurat kesehatan. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada pengguna, dan layanan ini berjalan 24 jam.

Ekho menambahkan, ide menghadirkan ambulans gratis berawal dari keprihatinannya melihat banyak warga yang kesulitan mendapat transportasi medis saat kondisi darurat.

” Kami tahu, masih banyak masyarakat yang bingung mencari kendaraan ketika ada keluarga sakit mendadak. Ambulans rumah sakit terbatas, sementara menyewa kendaraan lain butuh biaya besar. Karena itu kami menghadirkan ambulans gratis sebagai solusi cepat,” ungkap Ekho.

BACA JUGA :  Anggota Komisi II DPR RI Kunjungan Kerja Reses ke Bone, Camat Tanete Riattang Timur Sampaikan Keluhan Masyarakat

Di akhir keterangannya, Ekho Wahyudi berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat segera menemukan titik temu atas polemik kenaikan PBB-P2. Ia menekankan bahwa kesejahteraan warga seharusnya tetap menjadi tujuan utama setiap kebijakan.

” Kami berharap pemerintah dan masyarakat bisa duduk bersama, mencari solusi yang adil dan bijaksana. PNG akan tetap hadir di tengah masyarakat, karena kami percaya solidaritas sosial harus selalu dijaga,” pungkasnya.

Kehadiran ambulans gratis dari Putra Noling Grup menjadi bukti bahwa gerakan sosial mampu menghadirkan solusi nyata di tengah situasi sosial yang memanas. Di saat masyarakat gaduh dengan isu kenaikan PBB-P2, PNG justru memberi jawaban sederhana namun menyentuh: kepedulian yang tidak berhenti bergerak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *