Daerah

Sekolah Garuda, Terobosan Presiden Prabowo untuk Merajut Talenta Unggulan Nusantara

185
×

Sekolah Garuda, Terobosan Presiden Prabowo untuk Merajut Talenta Unggulan Nusantara

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Pemerintah RI akan meluncurkan Sekolah Garuda pada Rabu, 8 Oktober 2025, secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia

JAKARTA — LENSASATU.COM.|| Pemerintah RI akan meluncurkan Sekolah Garuda pada Rabu, 8 Oktober 2025, secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia. Program ini digadang sebagai salah satu terobosan utama Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pemerataan pendidikan unggulan dari Sabang sampai Merauke.

Sekolah Garuda diharapkan menjadi pintu bagi anak-anak dari berbagai pelosok negeri untuk menembus kampus-kampus terbaik dunia. Konsepnya bukan sekadar sekolah elit, melainkan wadah penggodokan talenta sains, teknologi, dan kepemimpinan yang bisa bersaing secara global.

“Sekolah Garuda menjadi penyempurna orkestrasi transformasi pendidikan,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, saat memberi keterangan pers di Jakarta.

Stella menegaskan, sekolah ini merupakan wujud nyata visi besar Presiden Prabowo untuk melahirkan generasi emas 2045. “Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta dari anak-anak berprestasi di seluruh penjuru negeri,” ujarnya.

BACA JUGA :  Investigasi: Tambang Ilegal Oknum TNI di Bulukumba Diduga Gunakan Solar Subsidi. 

Melalui Sekolah Garuda, pemerintah ingin membangun generasi muda yang cerdas, berdaya saing global, berjiwa kepemimpinan, berhati pelayanan, serta berkomitmen mengabdi untuk bangsa.

Peluncuran serentak esok hari akan mencakup 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru. Sekolah Transformasi merupakan sekolah-sekolah unggulan yang dibina langsung oleh pemerintah untuk ditingkatkan kualitasnya sesuai standar Garuda.

Sebanyak 12 sekolah yang masuk program transformasi antara lain: SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumsel), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jabar), SMA Taruna Nusantara (Jateng), SMA Pradita Dirgantara (Jateng), SMAN 10 Samarinda (Kaltim), SMAN Banua BBS (Kalsel), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).

BACA JUGA :  Asosiasi Pengusaha Jagung Bawa Aspirasi ke DPRD, Soroti Dugaan Monopoli Harga

Adapun empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru berada di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sultra), dan Bulungan (Kaltara). Sekolah baru ini akan dibangun dengan standar nasional plus untuk memastikan kualitas setara dengan sekolah bertaraf internasional.

Pemerintah menargetkan, hingga tahun 2029, terdapat 80 sekolah transformasi dan 20 sekolah baru yang akan menjadi bagian dari jaringan Sekolah Garuda.

Stella menjelaskan bahwa Sekolah Garuda ditopang tiga pilar utama. Pertama, sebagai penyeimbang akses, yakni membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak berprestasi, tanpa memandang latar belakang daerah maupun ekonomi.

Kedua, sebagai inkubator kepemimpinan. Para siswa dibina bukan hanya untuk unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan yang akan membawa Indonesia menuju cita-cita besar 2045.

BACA JUGA :  Penutupan Program Rehabilitasi Sosial WBP Lapas Kelas IIA Watampone, Wabup : Keluar Darisini Jangan Naik Kelas

Ketiga, meningkatkan prestasi akademik sekaligus menumbuhkan jiwa pengabdian. Lulusan Sekolah Garuda diharapkan tidak hanya sukses di luar negeri, tetapi juga kembali mengabdi untuk kemajuan Indonesia.

Urgensi pendirian sekolah ini semakin jelas jika melihat data Human Capital Index, yang menunjukkan rata-rata siswa Indonesia baru mengoptimalkan 54 persen dari potensi penuh mereka. Artinya, masih ada ruang besar untuk mendorong kualitas SDM nasional.

Langkah ini melanjutkan keberhasilan program Beasiswa Indonesia Maju (BIM). Pada 2024, tercatat 143 lulusan SMA penerima BIM telah berhasil diterima di 100 kampus terbaik dunia. Dengan Sekolah Garuda, pemerintah ingin memperluas capaian itu menjadi sistemik, bukan sekadar berbasis beasiswa individu. (AO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *