Daerah

Dua Kepala Daerah, Satu Semangat: Kolaborasi Bone–Malinau Hebohkan Festival Irau

292
×

Dua Kepala Daerah, Satu Semangat: Kolaborasi Bone–Malinau Hebohkan Festival Irau

Sebarkan artikel ini

KALTARA, LensaSatu.com || Puncak Festival Budaya IRAU ke-11 sekaligus HUT ke-26 Kabupaten Malinau menjadi ajang bersejarah yang memperkuat hubungan budaya dan persaudaraan antara Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara) dan Kabupaten Bone (Sulawesi Selatan).

Pada Sabtu (18/10/2025), ribuan masyarakat tumpah ruah di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, menyaksikan kolaborasi dua kepala daerah yang mencuri perhatian publik Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, dan Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin.

Momen itu menjadi simbol sinergi antar daerah ketika Bupati Wempi menerima gelar kehormatan adat Tana Bone “To Risenge Daeng Mapuji”, yang diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bone bersama Tokoh Adat Tana Bone.

BACA JUGA :  Momentum Ramadan, Wabup Bone Andi Akmal Satukan Pejabat dan Tokoh dalam Buka Puasa Bersama

Kolaborasi ini menandai bentuk nyata diplomasi kebudayaan lintas provinsi. Dalam suasana haru, Bupati Wempi W. Mawa menyebut penghargaan tersebut sebagai simbol kepercayaan dan persaudaraan dari masyarakat Sulawesi Selatan kepada Malinau.

“Gelar ini bukan sekadar penghormatan, tapi wujud kepercayaan masyarakat Bone terhadap kami di Malinau. Semoga hubungan budaya ini terus terjalin erat,” ujar Wempi.

Ia menekankan bahwa Festival Irau bukan hanya ajang budaya, tetapi wadah memperkuat kebersamaan masyarakat dari berbagai etnis.

“Irau adalah ruang persaudaraan yang menyatukan seluruh masyarakat Malinau tanpa memandang asal-usul,” tambahnya

BACA JUGA :  Tingkatkan Sinergitas, Bawaslu Bone Gelar Rakor Penegakan Hukum Terpadu Jelang Pemilu 2024

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Wempi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau atas dukungan dan keterbukaan terhadap partisipasi masyarakat asal Sulawesi Selatan.

“Kami bangga melihat bagaimana Malinau menjaga keberagaman dan memberi ruang bagi semua etnis. Ini contoh nyata bahwa budaya bisa menjadi jembatan persaudaraan antar-daerah,” ujarnya.

Ketua Dewan Adat Bone, H. Andi Muhammad Yushan Latenritappu, turut menjelaskan makna dari gelar adat yang diberikan kepada Bupati Wempi.

“Gelar To Risenge Daeng Mapuji berarti pemimpin yang dicintai dan dikenang karena keberhasilannya mempersatukan masyarakat. Ini sejalan dengan nilai luhur NKRI,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pelepasan Pawai Ta'aruf dan Pembukaan Pameran UMKM di MTQ XXXII Tingkat Provinsi Sulsel

Kolaborasi dua kepala daerah itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Malinau. Ketua BPD KKSS, H. Muh. Ashar Nasir, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan kedua pemerintah daerah terhadap penguatan budaya dan kebersamaan di Malinau.

Festival Budaya Irau ke-11 tahun 2025 melibatkan 11 etnis asli dan 15 paguyuban nusantara, menampilkan beragam atraksi budaya—tarian adat, upacara tradisional, hingga pertunjukan musik lokal.

Sinergi Bone dan Malinau kini menjadi teladan kolaborasi lintas budaya yang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *