Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi kolaborasi Baznas, DMI, dan IPIM dalam meningkatkan kualitas imam masjid. Seminar internasional yang diikuti peserta melebihi target itu juga menjadi momentum memperkuat pembinaan umat sekaligus menghadirkan perlindungan BPJS bagi para imam di Kabupaten Bone.
Bone, LENSASATU.com || – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa kualitas seorang imam masjid menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kehidupan keagamaan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan kapasitas imam harus terus dilakukan agar mampu menjadi teladan sekaligus pembimbing umat.
Penegasan itu disampaikan Andi Akmal saat membuka Seminar Internasional Holistic Tahsinul Qira’ah dengan Pendekatan Metode Tasbih yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bone dan Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Bone di Aula Masjid Agung Al Markaz Al-Ma’Arif, Sabtu (11/7/2026).
Dalam sambutannya, Andi Akmal yang juga menjabat Ketua DMI Kabupaten Bone mengatakan, kemuliaan seorang imam tidak diukur dari banyaknya makmum atau kedudukan orang yang berada di belakangnya, melainkan dari tanggung jawab besar yang dipikul untuk membimbing masyarakat menuju kebaikan.
“Kemuliaan seorang imam masjid bukan ditentukan oleh siapa makmumnya, melainkan dari amanah besar yang diemban untuk membimbing umat menuju kebaikan,” tegasnya.
Andi Akmal menjelaskan, imam masjid bukan hanya bertugas memimpin salat berjamaah. Lebih dari itu, imam merupakan figur yang menjadi panutan masyarakat dalam menjalankan ajaran agama, membina akhlak, menjaga persatuan, hingga menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keagamaan.
” Imam adalah pemimpin. Siapa pun jemaahnya, apa pun pangkatnya, pasti mengikuti imam. Karena itu seorang imam harus memiliki kualitas bacaan Al-Qur’an yang baik. Bacaan yang benar akan melahirkan ibadah yang benar, dan dari situlah lahir pembinaan umat yang semakin baik,” katanya.
Menurut Andi Akmal, kemakmuran masjid tidak cukup diukur dari megahnya bangunan fisik, tetapi harus terlihat dari ramainya aktivitas ibadah, majelis ilmu, serta semakin banyak masyarakat yang mencintai dan memakmurkan masjid.
“Kami berharap para imam terus menjadi garda terdepan dalam mencerahkan umat. Pemerintah Kabupaten Bone tidak hanya membangun jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya, tetapi juga berkomitmen membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk kehidupan keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Akmal juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Bone yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan para imam masjid.
Dia menyebut pemerintah terus memperkuat program Universal Health Coverage (UHC) Istimewa agar seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa syarat. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi para imam masjid di Kabupaten Bone.
“Dengan adanya perlindungan ini kami ingin para imam bisa menjalankan tugasnya dengan lebih tenang, nyaman, dan fokus dalam membina umat. Membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah,” jelasnya.
Kemudian Andi Akmal juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi bersama Baznas, Kementerian Agama, DMI, IPIM, serta seluruh elemen masyarakat dalam memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
Sementara itu, Ketua Panitia, Rusmin Igho, mengatakan seminar tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Baznas Bone, DMI Bone, dan IPIM Bone dalam meningkatkan kompetensi imam masjid melalui pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih komprehensif.
Menurutnya, panitia awalnya hanya menargetkan sebanyak 150 peserta. Namun, antusiasme para imam masjid dari tujuh kecamatan membuat jumlah peserta melampaui target yang telah ditetapkan.
“Alhamdulillah, animo peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan semangat para imam masjid untuk terus meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an sangat tinggi. Bahkan seminar internasional holistik ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Bone,” ungkap Rusmin.
Selanjutnya Rusmin Igho yang akrab di sapa Igho menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dana zakat dan infak yang dikelola Baznas Kabupaten Bone sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas imam sebagai ujung tombak pembinaan umat.
“Seminar ini kami harapkan menjadi momentum memperkuat kemampuan para imam. Ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dibawa kembali ke masjid masing-masing untuk diterapkan dan diajarkan kepada masyarakat,” katanya.
Di tempat yang sama Ketua Baznas Kabupaten Bone yang juga Ketua IPIM Bone, H. Zainal Abidin, mengatakan pembinaan imam masjid merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Menurutnya, imam masjid memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas dibanding sekadar memimpin salat.
“Imam harus menjadi teladan, pembimbing, sekaligus rujukan masyarakat. Karena itu mereka dituntut memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, akhlak yang mulia, wawasan keislaman yang memadai, serta kemampuan membina umat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi langsung dari narasumber Prof. Dr. H. Agus Tasbih yang memperkenalkan Metode Tasbih, sebuah pendekatan holistik dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an yang dirancang untuk meningkatkan kualitas bacaan para imam masjid secara sistematis.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone H. Ahmad Yani, Kabag Kesra Setda Bone Nursalam, serta muzaki aktif Baznas Bone sekaligus pemilik Surya Indah Bone, H. Hanafing.
Melalui seminar internasional tersebut, Baznas, DMI, dan IPIM berharap lahir semakin banyak imam masjid yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang benar, wawasan keislaman yang lebih luas, serta mampu menjadi motor penggerak pembinaan umat di setiap masjid.
Pemerintah Kabupaten Bone pun menilai penguatan kualitas imam merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berkelanjutan.














