DaerahKesehatan

Tekan Stunting, Wabup Bone : Evaluasi Tim Pendamping

1205
×

Tekan Stunting, Wabup Bone : Evaluasi Tim Pendamping

Sebarkan artikel ini

LENSASATU.COM-BONE|| Guna melakukan indentifikasi dan seleksi kasus Stunting, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel melakukan pendampingan Tim Audit Kasus Stunting (AKS) Pusat Atau Provinsi Dalam Proses Identifikasi dan Seleksi Kasus yang berlangsung di Aula dinas BMCKTR Bone, jl. M.H. Tamrin kabupaten Bone.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten Bone Kepala Bidang KB BKKBN Provinsi Sul-Sel, Drs. Ihsan, Perwakilan dari Dinkes serta para Camat se kab. Bone.

Adapun Peserta berjumlah 150 orang yang terdiri dari unsur OPD terkait, Camat, tim kesehatan , tim dari rumah sakit, unsur dari Puskesmas, dari KUA, Penyuluh Kesehatan, Kepala UPT serta unsur TP PKK Bone

Kepala Bidang KB BKKBN Provinsi Sul-Sel Drs. Ihsan, mengatakan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan Masi berada diangka 24, 6% dan Bone berada di posisi ketiga angka Stuntingnya setelah Jeneponto diangka 37,7%.

Dikatakan Ihsan, pemerintah menjadikan pencegahan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

BACA JUGA :  Untuk meningkatkan Kapasitas, Pemprov adakan Diklat Dasar Manajemen Bencana

”Pemerintah menargetkan untuk menurunkan prevalensi stunting dari 30,8% pada 2018 menjadi 14% pada 2024,” kata Ihsan

Lanjut kata dia, untuk mencapai target itu, pemerintah telah menyusun strategi nasional percepatan pencegahan stunting yang diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak di tingkat pusat, daerah hingga desa dalam melakukan percepatan pencegahan stunting.

“Salah satu pilar penting yang perlu dilakukan dalam penanganan stunting adalah konvergensi antarprogram yang berasal dari berbagai sumber pembiayaan, baik APBN, APBD provinsi, APBD Kabupaten maupun APBDes,” terangnya.

Wakil Bupati menegaskan, semoga acara ini bukan hanya menjadi seremonial belaka tetapi ada hasil yang kita dapatkan dari tempat ini.

“Kenapa kita selalu mengadakan audit, karena Kita belum bisa mendeteksi secara penuh angka stunting yang ada di kabupaten Bone.” Ucap Ambo Dalle dalam arahannya, Selasa (8/11/2022).

Oleh karena itu kata Ambo Dalle, seluruh nama yang masuk dalam tim harus bekerja secara maksimal. Jangan hanya sekedar nama tetapi tidak bekerja

BACA JUGA :  Hadiri Rapat Koordinasi Verifikasi Faktual, Ketua Bawaslu Bone : Ada 9 Parpol Akan Diverifikasi Faktual

Dijelaskan Wabup bahwa, kita sekarang memiliki pendamping ada tiga pendamping di setiap desa dan ada 1.852 Orang pendamping.

“Angka tersebut bukan angka yang sedikit pertanyaannya apakah mereka sudah bekerja atau tidak.” Tanya Wabup

Ambo Dalle menghimbau, jangan bekerja sendiri tapi dibantu agar mereka bekerja tepat sasaran.

Karena kata dia data yang disampaikan kepala Dinas PPKB Bone Muhammad Risal, Dari hasil identifikasi kasus Stunting di kabupaten Bone dari 40 lokus penanganan stunting di beberapa kecamatan ada 6 kecamatan yang masyarakat yang beresiko Stunting

Kec. Tenete Riattang timur ada 4 ibu hamil yang beresiko Stunting, Kec.Tellu Siattinge ada 14 ibu hamil.

Bufas (ibu nifas), Kec.Tanete Riattang ada 7, Kec. Tellu Siattinge ada 65, Kec. Barebbo 91, Kec. Cina ada 4 dan Kec. Ponre ada 30,

Baduta (anak usia di bawah dua tahun) Kec. Tellu Siattinge ada 1, Kec. Cina ada 2, Kec. Ponre ada 3.

BACA JUGA :  Satreskrim Polres Bone Tangkap Pelaku Penipuan, Rugikan Korban 359 Juta

” Itulah data yang berdasarkan identifikasi di lapangan yang disampaikan kepala DPPKB, dan inilah yang nanti akan di tindak lanjuti pada kegiatan AKS Stunting tingkat ll.” Tuturnya

Angka Stunting di kabupaten Bone bisa turun kalau kita bekerja, Ambo Dale mengatakan kuncinya ada Camat. Kalau Camat mendorong desa dan kelurahan mendorong penurunan itu bisa terjadi.

Ia kembali menegaskan, jika ada Bidan desa yang tidak melakukan tugasnya laporkan. Kata Wabup, kita akan evaluasi.

Saya dapat laporan kalau anak mahasiswa PKL dari Politeknik Kesehatan yang turun masyarakat datang dengan sukarela, tapi kalau Bidan desa yang datang masyarakat sembunyi.” Pungkasnya

“Itu perlu dicari apa masalahnya, sampaikan ke dinas terkait Bidan desa itu harus jemput bola.” Tambahnya

 

Reporter : Jumardi

Editor     : Agus

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *