BARRU – LENSASATU.COM || Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru, Sulawesi Selatan, terus menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan program pembinaan bagi warga binaan. Langkah tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan produktif yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan sebagai modal saat kembali ke tengah masyarakat.
Berbagai unit usaha produktif kini dijalankan di lingkungan rutan, mulai dari warung kopi (warkop), barbershop, budidaya ikan, hingga peternakan ayam. Kepala Rutan Barru, Hardiman, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga melatih kemandirian serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan warga binaan.
Selain usaha produktif, warga binaan juga dilibatkan dalam kegiatan kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis. Mereka mendapatkan pelatihan pembuatan kursi kayu, paving blok berbahan FABA, hingga pengelolaan fasilitas pencucian mobil. Menurut Hardiman, seluruh program itu dirancang agar warga binaan memperoleh keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Melalui berbagai inovasi ini, kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat. Kehadiran warkop, barbershop, budidaya ikan, ternak ayam, hingga kerajinan tangan menjadi bagian dari pembinaan kemandirian mereka,” ujar Hardiman kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Hardiman menjelaskan, jumlah penghuni Rutan Barru saat ini mencapai 256 orang dan sekitar 25 persen di antaranya telah diberdayakan dalam berbagai program kerja. Ia berharap program tersebut mampu memberikan kemampuan praktis bagi warga binaan sehingga dapat membuka usaha secara mandiri setelah bebas nantinya.
Sebelum ditempatkan dalam program kerja, warga binaan terlebih dahulu mengikuti pelatihan khusus yang dilakukan bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Penempatan kerja juga disesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing warga binaan. Untuk mendukung pemasaran hasil produksi, pihak rutan mulai menggencarkan promosi melalui media sosial, jaringan mitra kerja, serta dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya.
Tidak hanya fokus pada pembinaan keterampilan, Rutan Barru juga aktif menjalankan pembinaan kerohanian. Saat ini sekitar 20 warga binaan mengikuti program tahfiz Al-Qur’an dan beberapa di antaranya berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah tingkat kabupaten hingga nasional. Sementara itu, salah satu warga binaan bernama Amri mengaku telah mengikuti kegiatan kerajinan mebel selama lebih dari dua tahun. Ia menyebutkan, saat ini terdapat sembilan warga binaan yang aktif memproduksi berbagai furniture seperti kursi, meja, lemari, hingga kerajinan lainnya yang dipasarkan ke toko maupun langsung kepada masyarakat dengan harga yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Redaksi














