DaerahNasional

Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, AAP : APBN Pertanian Turun Tapi Produksi Pertanian Naik

505
×

Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, AAP : APBN Pertanian Turun Tapi Produksi Pertanian Naik

Sebarkan artikel ini

 

 

Jakarta – Lensasatu.com || Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS pada kesempatan Rapat Kerja Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian, Bulog, ID Food dan PT Pupuk Indonesia menyampaikan kejanggalan sektor pertanian Indonesia,

 

Dimana APBN di Kementerian Pertanian Turun, tapi terlihat produktivitas pertanian makin naik terutama komoditas padi dan jagung.

 

Kejanggalan ini disampaikan oleh beberapa kalangan termasuk anggota DPR Komisi IV di forum rapat.

BACA JUGA :  PMPK Sultra Melaporkan Penampungan BBM (Solar) Ilegal ke Mapolda Sultra

 

“Akmal menyampaikan salah satu rahasia terbesar peningkatan produksi pertanian adalah tingginya KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus pertanian.” Kata A. Akmal

 

Selanjutnya Dikatakan A. Akmal, Sepanjang tahun 2022, target KUR pertanian adalah sebesar Rp 90 triliun. Sedangkan realisasinya mencapai Rp 113.434.314.418.454 dengan total 2.737.246 debitur,” tutur Akmal.

 

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menegaskan, bahwa para pelaku usaha pertanian negara Indonesia sudah Bankable, atau sudah dapat kepercayaan dari lembaga keuangan resmi untuk mendapat akses permodalan.

BACA JUGA :  Bupati Buton Selatan Resmi Melepas Peserta Kafilah STQH Ke-28 Tingkat Provinsi

 

Hal lain yang merupakan kunci dari tingginya produksi pertanian negara ini menurut A. Akmal, ada atau tidak adanya program pemerintah, para petani tetap melakukan produksi.

 

“Para Petani kita ini akan tetap bercocok tanam, apapun kondisinya. Karena mereka harus tetap hidup. Ini hal yang kedua setelah KUR kenapa produksi pertanian kita tetap stabil dan meningkat,” tegas Akmal.

BACA JUGA :  Beri Teguran Pengendara Anak di Bawah Umur, AKP Desy Ayu : Bimbingan Orang Tua Diperlukan

 

Oleh sebab itu Politisi PKS yang juga anggota Banggar ini meminta kepada pemerintah terutama kementerian pertanian, agar melakukan evaluasi mendalam dalam APBN pertanian.

 

Sementara itu ia katakan berapa besar anggaran pemerintah yang betul-betul dapat dinikmati oleh petani Indonesia.

 

“Jangan Sampai APBN itu banyak dominan habis untuk operasional atau melayani aparatur,” tukas Andi Akmal Pasluddin.

 

 

Reporter : Jumardi

Editor      : Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *