KENDARI — LENSASATU.COM.|| Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Tenggara (PW Aisyiyah Sultra) kembali menginisiasi program Gerakan Pangan Murah dan Bazar ISWARA (Ikatan Saudagar Aisyiyah) sebagai langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini sekaligus menjadi instrumen pemberdayaan bagi UMKM binaan Aisyiyah di wilayah Sulawesi Tenggara.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kolaborasi lintas majelis, yakni Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan, Majelis Kesejahteraan Sosial, serta Lembaga Penelitian dan Pengembangan. Sinergi tersebut diperkuat dengan dukungan mitra eksternal seperti Perum Bulog Sultra, Dinas Ketahanan Pangan, dan Lazismu Sultra.
Ketua PW Aisyiyah Sultra, Dra. Hasmira Said, M.Pd., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap dinamika harga kebutuhan pokok yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
“Melalui Gerakan Pangan Murah, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antar-majelis dan mitra strategis menjadi fondasi agar program ini tidak bersifat insidental, tetapi berkelanjutan dan berdampak luas,” ungkapnya.

Menurut Hasmira, penguatan ISWARA perlu diarahkan pada integrasi pusat-pusat usaha saudagar agar tercipta jaringan ekonomi yang lebih kokoh dan saling mendukung antarunit.
Di sisi lain, Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PW Aisyiyah Sultra, Dra. Betimulu, M.Pd., menjelaskan bahwa konsep Gerakan Pangan Murah merupakan pengembangan dari program Pasar Murah yang sebelumnya telah berjalan.
“Kami melakukan penyesuaian konsep agar lebih sistematis dan terintegrasi dengan isu ketahanan pangan. Selain menjaga keterjangkauan harga, program ini membuka peluang bagi UMKM binaan untuk memperluas jangkauan pasar,” terangnya.
Ia menyebutkan bahwa program ini ditujukan bagi warga Aisyiyah dan Muhammadiyah, namun dalam implementasinya turut memberikan manfaat bagi masyarakat umum. Tidak sedikit peserta yang kemudian menyalurkan kembali bahan pangan yang diperoleh kepada warga kurang mampu di lingkungannya.
Dari aspek pembiayaan, Lazismu Sultra berkontribusi dalam pengelolaan dana infak dan sedekah secara profesional dan transparan. Proses distribusi bantuan dilakukan melalui asesmen lapangan guna memastikan penerima sesuai dengan ketentuan asnaf.
Agenda kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan simbolis pembangunan gedung perkuliahan baru Institut Sains dan Teknologi Aisyiyah (ISTEK) sebagai wujud penguatan amal usaha di sektor pendidikan, serta ditutup dengan Pengajian Ramadan.
Melalui program pangan terjangkau ini, PW Aisyiyah Sultra kembali menegaskan peran strategisnya dalam pengembangan sektor ekonomi, sosial, dan pendidikan. Keberlanjutan program diharapkan mampu memperluas jangkauan manfaat serta memperkokoh kemandirian ekonomi masyarakat di Sulawesi Tenggara. (Red)














