Daerah

Di Balik Family Gathering PAPDI di Bone, Ratusan Dokter Spesialis Ungkap Tantangan Pelayanan Medis di Daerah

662
×

Di Balik Family Gathering PAPDI di Bone, Ratusan Dokter Spesialis Ungkap Tantangan Pelayanan Medis di Daerah

Sebarkan artikel ini
Pertemuan ratusan dokter spesialis mengungkap kebutuhan kolaborasi lebih kuat serta pemerataan layanan kesehatan di Bone dan daerah sekitarnya

Family Gathering PAPDI di Bone tak hanya jadi ajang silaturahmi para dokter spesialis penyakit dalam, tetapi juga momentum membahas tantangan layanan medis di daerah, mulai distribusi spesialis hingga kapasitas rumah sakit rujukan di wilayah Bosowasi.

Bone, LensaSatu.com || Ratusan dokter spesialis penyakit dalam dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memadati kediaman pasangan dokter, dr A. Baso Ryad Padjalangi, S.Ked., dan dr Rizqah Aulyna Rachmat, Sp.PD., FINASIM, di Jalan Bhayangkara, Watampone, Sabtu (22/11/2025) malam.

Sekilas, kegiatan Family Gathering PAPDI Sulsel–Sulbar ini tampak sebagai ajang silaturahmi tahunan para spesialis, namun pertemuan ini menyimpan dinamika yang lebih dalam, persoalan jejaring profesi, kapasitas pelayanan rumah sakit daerah, hingga kebutuhan memperkuat kolaborasi di wilayah Bosowasi.

Kediaman dr Ryad–dr Rizqah menjadi ruang interaksi lintas generasi dari dokter senior bergelar konsultan hingga dokter spesialis muda yang baru bertugas di daerah terpencil.

Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan antusiasme, tetapi juga menggambarkan kebutuhan ruang dialog di tengah tekanan kerja dokter spesialis di luar kota besar.

BACA JUGA :  Bupati Konawe Utara Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi

Dalam penelusuran Tribun, sejumlah dokter menyampaikan bahwa beban layanan pasien di daerah meningkat setiap tahun, sementara distribusi dokter spesialis belum merata.

Ajang seperti Family Gathering ini menjadi salah satu ruang “aman” bagi mereka untuk saling bertukar praktik klinis, teknik penanganan kasus, hingga manajemen stres kerja.

Sebagai dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Tenriawaru Bone, dr Rizqah dikenal aktif terlibat dalam layanan gawat darurat hingga penanganan pasien kronis.

Family Gathering ini sekaligus menunjukkan peran RSUD Tenriawaru sebagai salah satu rumah sakit rujukan terbesar di kawasan Bosowasi (Bone–Soppeng–Wajo–Sinjai).

Lonjakan pasien penyakit metabolik dan jantung di daerah, seiring perubahan pola hidup masyarakat.

Terbatasnya peralatan diagnostik canggih di beberapa rumah sakit kabupaten.

Distribusi subspecialty seperti endokrinologi, kardiologi, dan nefrologi yang belum merata.

Beban jaga dan rujukan yang kadang dialami oleh spesialis tunggal di kabupaten tertentu.

BACA JUGA :  Brimob Bone Gelar TKJ Berkala Guna Ukur Kemampuan Fisik Anggota 

Situasi ini membuat kolaborasi lintas daerah menjadi semakin penting hal yang banyak dibahas dalam forum informal tersebut.

Ketua PAPDI Sulsel–Sulbar, Prof. Dr. Andi Makbul Aman, Sp.PD., K-EMD., FINASIM, menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya seremonial.

Prof. Dr. Andi Makbul menilai konsolidasi profesi menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan penyakit, teknologi medis, dan perubahan sistem rujukan nasional.

“Kami berkumpul di Bone untuk mendekatkan jejaring antarspesialis. Kerja sama dan komunikasi adalah kunci agar pelayanan kepada masyarakat di daerah tetap optimal,” tegasnya.

Prof Andi Makbul juga mengaku takjub atas penyambutan panitia dan para dokter di Bone.

“Teman-teman di Bone begitu all out. Ini menunjukkan keseriusan dan kekompakan. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa digilir di daerah lain, termasuk Mamuju,” ujarnya.

Meskipun dikemas sebagai Family Gathering, kegiatan ini menjadi ruang, untuk berbagi penanganan kasus kompleks,

memperkuat jejaring profesional,

memperbarui update keilmuan terbaru,

BACA JUGA :  Pertama di Sulsel! Bone Jadi Percontohan Layanan Mobile KTP-EI, Bagaimana Mekanismenya

membangun solidaritas antaranggota PAPDI.

“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi pembaruan pola pikir klinis,” kata salah satu peserta asal Luwu Raya.

Keakraban antardokter mencairkan batas birokrasi antarwilayah, sesuatu yang selama ini sering menjadi sekat dalam sistem pelayanan kesehatan.

Pertemuan ini sekaligus memperkuat posisi Bone sebagai salah satu pusat kegiatan medis di wilayah timur Sulsel.

Dengan jumlah spesialis yang terus bertambah ditambah peningkatan layanan RSUD Tenriawaru, Bone menjadi lokasi strategis untuk konsolidasi profesi seperti ini.

PAPDI Mendorong Kolaborasi Lebih Luas di Wilayah Bosowasi.

Di akhir kegiatan, PAPDI menyampaikan harapan agar jejaring antarspesialis penyakit dalam di wilayah Bosowasi semakin solid, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan.

peningkatan kasus penyakit degeneratif,

kebutuhan layanan subspecialty,

dan integrasi antar-RS kabupaten.

Pertemuan di kediaman dr Ryad–dr Rizqah akhirnya menjadi bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi cerminan kebutuhan akan kolaborasi, solidaritas, dan peningkatan kapasitas layanan spesialis di tingkat daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *