Kendari – Lensasatu.com
Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sulawesi Tenggara sukses menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang dipusatkan di pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Jumat (20/03/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh ratusan jama’ah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Kendari dan sekitarnya.

Sejak pagi hari, pelataran kampus telah dipadati oleh jama’ah yang antusias melaksanakan ibadah Sholat Idul Fitri bersama Muhammadiyah.
Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa, mencerminkan semangat ukhuwah Islamiyah yang terus dijaga oleh warga Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara.
Selain di pusat pelaksanaan di UM Kendari, PW Muhammadiyah Sultra juga menggelar Sholat Idul Fitri di 15 titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Hal ini menjadi bukti kuatnya jaringan dakwah Muhammadiyah dalam menjangkau umat serta memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan ibadah.

Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh Muhammadiyah didasarkan pada hasil keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid yang menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menjaga konsistensi beribadah berdasarkan ilmu pengetahuan dan ijtihad yang terukur.
Dalam konteks tersebut, Muhammadiyah terus menegaskan bahwa setiap penetapan hari besar Islam bukan sekadar rutinitas, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran umat agar memahami pentingnya ilmu falak serta persatuan dalam keberagaman cara pandang.

Sekretaris PW Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, Dr. Alifuddin, dalam menyampaikan saat ditemui wartawan lensasatu.com bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan, tetapi juga saat yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan persatuan umat.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah melalui keputusan tarjihnya selalu mengedepankan prinsip keilmuan dan kemaslahatan umat.
“Perbedaan dalam penetapan hari raya adalah hal yang wajar, namun yang terpenting adalah bagaimana umat Islam tetap menjaga persatuan, saling menghormati, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan,” ujarnya di hadapan jama’ah.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi diri serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Di tengah dinamika kehidupan modern, umat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut aktif dalam membangun peradaban yang lebih baik.
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri oleh Muhammadiyah Sulawesi Tenggara tahun ini berjalan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Antusiasme jama’ah yang membludak menjadi gambaran nyata bahwa semangat beribadah dan kebersamaan umat Islam di Sulawesi Tenggara terus tumbuh dan menguat.
Editor: Red














