Nasional

Edy Rahmayadi Tak Keberatan Jika PSMS Medan Diambil Alih Bobby Nasution

404
×

Edy Rahmayadi Tak Keberatan Jika PSMS Medan Diambil Alih Bobby Nasution

Sebarkan artikel ini

MEDAN, LENSASATU.COM – Pembina PSMS Medan Edy Rahmayadi tak keberatan jika ada yang ingin mengambil alih PSMS Medan, termasuk Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Namun demikian, Edy mengingatkan agar Bobby tidak menjadikan PSMS Medan sebagai alat politik.

“Kalau wali kota ingin kelola PSMS, kelola,” kata Edy melansir Antara, Jumat (28/1/2022).

Edy menginginkan saat dikelola orang lain maka prestasinya harus naik, bukan malah sebaliknya.

BACA JUGA :  Tak Ada Alasan Pasti, Ajudan Ketua KPK Firli Bahuri Mangkir Panggilan Polisi Kasus Pemerasan

Dirinya menegaskan bahwa PSMS merupakan salah satu heritage, punya sejarah panjang dan prestasi di kancah persepakbolaan Indonesia, khususnya Sumut.

Banyak pemain nasional maupun pemain ternama dahulunya dilahirkan dari klub tersebut.

“Dengan syarat jangan kau hancurkan PSMS. Karena itu kebanggaan rakyat Sumut. Saya mohon itu dimengerti,” katanya.

Edy mengaku pertama kali memegang PSMS Medan saat menjabat Pangdam I/BB atau sekitar tahun 2015. Saat itu terjadi dualisme kepengurusan atau managemen.

BACA JUGA :  Sangat Membanggakan, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Terima Penghargaan Indonesia Award 2023

Banyak kendala ketika mengambil alih PSMS Medan. Sejumlah sponsor yang ingin bekerja sama dengan terpaksa undur diri, akibat adanya gugatan penggunaan logo klub, yang akhirnya harus diputuskan dipengadilan.

Tahun 2015 PSMS saya ambil. Kalian tahu nggak, tahun 2015 saya sebagai apa? Pangdam. Saya dudukkan, begini, PSMS saya ambil. Dilaporkan lah saya ke polisi segala macam,” ungkapnya.

BACA JUGA :  PW AISYIYAH Giat Konsolidasi Organisasi di Padang Sidimpuan

Di awal mengurusi PSMS, Edy mengaku tak sedikit dana yang ia kucurkan untuk tim kebanggaan warga Kota Medan itu.

Karena PSMS sudah berstatus Perseroan Terbatas (PT), maka Edy memiliki 51 persen saham. Sisanya diberikan kepada pihak yang peduli dengan klub tersebut.

“Di awal habis Rp6 miliar, bayar ini, bayar laundry, tiket pesawat, gaji pemain,” sebut Edy.

Reporter:Rudi Hartono

Editor:Agustian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *