Daerah

Farm Field Day di Desa Cinennung, Kadis Asman : Dua Faktor Terbesar Mengatur Harga

1454
×

Farm Field Day di Desa Cinennung, Kadis Asman : Dua Faktor Terbesar Mengatur Harga

Sebarkan artikel ini

 

 

Bone, Lensasatu.com – Kepala Dinas ( Kadis ) Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H. A. Asman Sulaiman melakukan Farm Field Day dan panen Raya jagung Hibrida Kerjasama petani dengan PT. Bisi International, Tbk

Farm field day merupakan kegiatan temu lapang bersama petani, penyuluh dan aparat pemerintah serta Produsen Bibit untuk bersinergi dalam hal usaha pertanian

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cinennung Kecamatan Palakka Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (20/30/2023).

Hal tersebut dimaksudkan agar petani benar benar memahami dan terampil dalam pengubinan / pengukuran produktifitas jagung,

Serta evaluasi penerapan teknologi pengelolaan tanaman Jagung dalam upaya peningkatan produksi dan produktvitas Jagung

Seperti diketahui bersama, Kabupaten Bone adalah salah satu Penghasil jagung terbesar di Sul-Sel.Untuk itu dalam Farm Field Day ini, Kadis Andi Asman meminta Agar Ada pabrik Pengolahan jagung di Bone

BACA JUGA :  Mengejutkan, Ruko Milik Terduga Bandar Besar di Bone Digerebek BNN

“Alangkah bagusnya kalau ada Pabrik pengolahan jagung di kabupaten Bone, agar harganya bisa sedikit mahal.” Kata Kadis Andi Asman Sulaiman dalam sambutannya.

Sehingga Lanjut Kaka kandung Gubernur Sul-Sel ini, tidak perlu lagi di Angkut keluar daerah untuk di olah kemudian kembali lagi kesini dalam bentuk pakan.

Dijelaskannya bahwa, kabupaten Bone memiliki lahan luas untuk komoditi jagung, dan Masyarakat berharap adanya pabrik industri pengolahan jagung, Guna meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani Jagung secara berkelanjutan

Dalam kesempatan itu, Kadis Andi Asman meminta agar PT Charoen Pokphand grup untuk membangun Lumbung Jagung yang dilengkapi dengan pengering. Andi Asman mengaku saat ini, dua faktor penyumbang terbesar untuk mengatur Harga yaitu pertama Lumbung jagung dan kedua pengering.

BACA JUGA :  Danrem 141/Tp Kunjungan ke Kodim 1420/Sidrap, Ini yang Ditekankan

“Jika harga jagung murah yang di kasik masuk dulu sambil dikeringkan, Karena sudah ada pengeringnya, nanti kalau mahal baru dikeluarkan dan itu pasti membuat petani Kaya.” Jelasnya

Kemudian Menghimbau Kepada Kepala Regional Head, agar Bibit jagung BISI disetiap desa ada kios distributor untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bibit dan meminimalisir Waktu tanpa harus ke kota.

Merespons hal tersebut, Kepala Regional Head PT. Bisi International Muh. Arafah Usman mengaku berat untuk merealisasikan pabrik Benih karena tidak semua Daerah karakter benihnya sama.

“Yang namanya pabrik Benih itu banyak hal yang berhubungan, misalnya banyak benih di lapangan itu betul betul punya karakteristik tertentu untuk daerahnya.” Ungkap Muh. Arafah

BACA JUGA :  Ditpolairud Polda Sultra Limpahkan Tersangka Kasus Bahan Peledak ke Kejari Kolaka

Namun, Arafah mengatakan untuk membuat penampungan, tidak menutup kemungkinan bisa di wujudkan apalagi telah bermitra dengan PT Charoen Pokphand.

“PT Charoen Pokphand sendiri tidak menutup kemungkinan, bisa saja disini membangun gudang penampungan atau pabrik pakan mini itu bisa saja.” Sebutnya

Dari penen Jagung hibrida yang dilaksanakan oleh kelompok tani, khususnya dilakukan oleh demonstrator didapatkan hasil ubinan jagung sebanyak 16,8 ton per hektare.

Ditempat yang sama juga, PT Bisi Internasional melakukan pengujian terhadap 13 varietas dengan metode demplot Pra Rilis, Tujuannya untuk mengetahui varietas mana yang memiliki keunggulan, Yang nantinya akan dirilis sebagai varietas yang baru Dari PT Bisi Internasional, Tbk

 

Reporter, Jumardi

Editor, Agus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *