LENSASATU.COM || BONE – Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2025 sejak tanggal 10 hingga 23 Februari selama 14 hari, telah berakhir. Satlantas Polres Bone mencatat 276 pengendara ditegur karena melanggar.
Hal itu diungkapkan Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, didampingi oleh Kabag Ops Kompol Andi Rahmat, Kasat Lantas AKP H Musmulyadi dan Kasi Humas IPTU Rayendra, saat konferensi pers di Mapolres Bone Senin (24/2/2025) sore.
” Jika dibandikan dengan hasil teguran tahun lalu 2024 tegur 301 teguran, tahu ini 2025 menjadi 276 teguran dengan persentase turun 8%,” Kata Kapolres AKBP Erwin Syah.
Selanjutnya ungkap kapolres, Jumlah kecelakaan saat operasi keselamatan mencapai Sembilan kejadian. Luka berat Satu dan luka ringan 13 orang. Dan tidak ada korban jiwa.
“Jika dibandingkan operasi serupa, tahun lalu ada 18 kasus laka lantas dengan korban meninggal dunia Tujuh orang, luka berat Tujuh, luka ringan 24. Artinya secara kumulatif tahun ini turun 100 persen, ” ucapnya.
Selain korban jiwa dan luka-luka, kerugian materil juga jauh menurun jauh tahun ini.
” tahun lalu kami mencatat kerugian materil dari korban laka lantas Rp 36.000.000, maka tahun ini hanya Rp 5.500.000 atau turun 84 persen.
Pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa Tahun 2025 ini, menunjukkan catatan positif jika dibandingkan dengan operasi yang sama di Tahun 2024, baik secara kuantitas maupun kualitas.
” Ini berkat sosialisasi, edukasi secara masif yang dilakukan oleh personel kita yang ada dilapangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, ” Pungkas Kapolres.
Ditambahkan Kasat Lantas Polres Bone AKP H Musmulyadi, catatan positif itu sudah sejalan dengan tujuan Operasi Keselamatan,
” meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunnya angka fatalitas akibat kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas, ” Sebutnya.
Kemudian AKP H Musmulyadi pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran selama operasi.
“Kepada masyarakat selaku pengendara di ingatkan agar senantiasa mematuhi aturan berlalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” tuturnya.














