BONE, LENSASATU.COM – Kementerian Perhubungan terus memacu pengembangan Bandara Arung Palakka yang merupakan bandara kebanggaan masyarakat kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dengan memperpanjang landasan pacu (runway)
Diketahui bandar udara Arung Palakka saat ini memiliki landasan pacu 1.200m x 30m (displaced 60m runway TH 29) sehingga ukuran landas pacu yang dipublis dalam AIP Amdt 53 adalah 1140m x 30m, Apron 70m x 80m, taxiway 96,5m x 15m.
Pemkab Bone dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya agar bandara kebanggaan masyarakat Bone ini bisa Melayani Penerbangan Jarak jauh dan menjadi bandar udara alternatif pendaratan jika Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengalami cuaca yang kurang baik.
Selain itu dapat juga dijadikan Bandar Udara alternatif Pemberangkatan Haji. Untuk mewujudkan Hal itu Bandara Udara Arung Palakka terus dilakukan pengembangan dengan dilaksanakan perpanjang landas pacu dari 1.200m x 30m menjadi 1.400m x 30m yang ditargetkan rampung Tahun ini 2023
Untuk saat ini Bandara Arung Palakka melayani penerbangan pesawat Susi Air dengan Rute Makassar – Bone 3x/Minggu dan Bone – Kendari 3x/Minggu melalui subsidi penerbangan dari pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.
Bandar Udara Arung Palakka letaknya di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone atau sekitar 12 km dari pusat kota Watampone, Sulawesi Selatan, bersebelahan dengan Desa Unra, Awangpone yang membutuhkan jalan Rintisan masuk ke Desa Unra.
Agar tidak mengangu aktivitas pembangunan Runway dan perputaran roda ekonomi masyarakat desa Unra yang mana desa tersebut merupakan daerah industri pertanian dan Perikanan masyarakat berharap ada Pembangunan Jalan Rintisan.
Sahar salah satu warga Unra mengungkapkan bahwa untuk keluar ke Desa Paccing atau ke Daerah Kabupaten Wajo cuma jala poros Unra – Mappalo Ulaweng.
“Didalam itu banyak petani Rumput laut, Petani Padi dan Nelayan jadi kalau pasar di daerah Paccing cuman jalan ini yang jadi jalan penghubung kiranya sebelum ini Runway selesai setidaknya jalan alternatif sudah ada.” Ungkap Sahar.
Jalan Rintisan bandara tersebut mendapat respon pemerintah kabupaten Bone demi lancarnya transportasi warga sekitarnya setelah pekerjaan runway selesai.
Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Bone, H. Askar yang ditemui diruang kerjanya mengatakan, jalan rintisan tersebut dalam proses desain guna mengetahui dana Anggaran yang dibutuhkan
“sementara diupayakan jalan alternatif dan desain tahun ini karena tahun lalu sudah dikerja jembatannya, mudah-mudahan bisa dikerja biar pengerasan dulu supaya bagus dilewati, ” kata H. Askar Senin (12/06/2023).
H. Askar menyebutkan, nanti setelah pengerjaan Runway selesai jalan utama itu pasti akan ditutup diupayakan tahun ini sudah dilakukan pengerasan karena kata dia tidak mungkin lansung diaspal postur tanahnya masi lembek.
“Semoga di tahun ini kita bisa melakukan pengerasan dulu karena Jalan Tanah tidak bisa langsung diaspal yang jelasnya setelah pengerasan pasti sudah bagus dilewati.” Sebutnya
Kadis H. Askar mengaku Ditelpon oleh Gubernur Sulawesi Selatan A.Sudirman Sulaiman pada kunjungan kerja Gubernur di bandara Arung Palakka beberapa waktu lalu terkait jalan Alternatif.
” Karena ada tiga jalan alternatif menuju Desa Lappoase ke Desa Mappalo Ulaweng dan kampung Pappinge Unra kecamatan Awangpone tetapi jauh, jadi saya sampaikan ke pak gubernur kalau jalan alternatif nantinya itu bukan Aspal tapi jalan pengerasan.
Reporter : Jumardi
Editor : Red













