Daerah

Ketua Tamalaki Pu’u Wonua Dicopot, Ramsi Salo: “Ada Permainan Kotor, Segelintir Orang Hanya Sibuk Menjilat Kekuasaan”

159
×

Ketua Tamalaki Pu’u Wonua Dicopot, Ramsi Salo: “Ada Permainan Kotor, Segelintir Orang Hanya Sibuk Menjilat Kekuasaan”

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Ramsi Salo dengan lantang menyebut pencopotannya hanyalah manuver murahan dari orang-orang yang sedang sibuk menjaga kepentingan pribadi

BOMBANA — LENSASATU.COM.|| Aroma pengkhianatan dan permainan dua muka kini menyeruak di tubuh Tamalaki Pu’u Wonua pasca pencopotan Ramsi Salo dari kursi ketua. Keputusan itu disebut-sebut bukan lahir dari mekanisme organisasi, melainkan bentuk pengamanan diri segelintir elit lokal yang takut kehilangan muka di hadapan Bupati Bombana.

Ramsi Salo dengan lantang menyebut pencopotannya hanyalah manuver murahan dari orang-orang yang sedang sibuk menjaga kepentingan pribadi.

“Ini bukan soal organisasi. Ini soal kepentingan pribadi orang-orang yang takut kehilangan posisi dan akses mereka. Mereka ingin terlihat manis di depan bupati, makanya saya dikorbankan,” tegas Ramsi dengan nada kecewa.

BACA JUGA :  Pangdam Hasanuddin Mengajak Masyarakat Sholat Idul Adha bersama di lapangan Hasanuddin Makassar

Lebih jauh, Ramsi membeberkan adanya tekanan menjelang aksi demonstrasi penolakan penggunaan motif Rapa Dara. Beberapa pengurus Tamalaki bahkan menerima telepon dari oknum yang meminta mereka mundur dari aksi dengan alasan menjaga citra Bupati.

“Ada saksi, ada bukti. Mereka ditelepon, diminta jangan ikut aksi. Katanya demi nama baik bupati. Jelas ini bentuk upaya membungkam gerakan moral masyarakat adat,” ungkapnya.

Ironisnya, Ramsi juga mengungkap fakta mengejutkan: pihak-pihak yang kini berada di barisan pendukung pencopotannya justru adalah orang yang dulu membantu aksi dengan dukungan material.

BACA JUGA :  Dukung Asta Cita Presiden RI Bidang Kesehatan, Pj. Gubernur Melalui Sekda Sultra Buka secara Resmi Fokus Group Discussion Kepala Puskesmas se-Sultra

“Waktu aksi mereka sok jadi pahlawan, kasih bantuan material. Tapi setelah itu, mereka ikut menekan dan mendorong pencopotan saya. Inilah wajah asli mereka—munafik dan bermuka dua,” ucap Ramsi dengan nada tajam.

Ramsi menegaskan pertanyaan kritisnya kepada Bupati dalam aksi lalu bukanlah serangan personal, melainkan pertanyaan publik soal transparansi anggaran dan tanggung jawab kebijakan budaya daerah. Namun, respons emosional sang bupati dan manuver politik orang-orang sekitarnya justru dijadikan alasan untuk menyingkirkannya.

BACA JUGA :  KPU BONE Tetapkan 590.923 Pemilih dan Tiga TPS Loksus dalam Rapat Pleno Terbuka Penetapan DPT

“Pertanyaan saya wajar. Itu aspirasi rakyat. Kalau bupati marah, itu urusan beliau. Tapi jangan jadikan itu alasan untuk membungkam rakyat dan menjatuhkan saya,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ramsi Salo berdiri tegak menantang arus politik yang sedang bermain di belakang layar.

“Jabatan bisa dicopot, tapi harga diri dan kebenaran tidak bisa dibungkam. Saya akan tetap berdiri bersama masyarakat adat Moronene,” pungkasnya, penuh perlawanan. (AO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *