BONE, LENSASATU.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bone Sulawesi Selatan kembali lakukan jemput bola perekaman di Sekolah Menengah Atas.
Sebelumnya Disdukcapil telah sukses melakukan Jemput Bola perekaman di SMA Negeri 3 Bone kali ini jemput bola di laksanakan di SMA 5 Lapri, Desa Patangkai Kecamatan Lapri, Bone.
Perekaman e-KTP ini menyasar siswa yang telah berumur 17 dan 18 tahun, sebagai upaya mengakomodir keikutsertaan dalam pemilu 2024
Kepala Disdukcapil Bone H. Andi Saharuddin.,S.STP,M.Si mengatakan, dalam rangka menyukseskan pemilu, Dukcapil terus bersinergi dengan KPU, termasuk melakukan jemput bola perekaman ke desa dan sekolah SMA.
” Kegiatan semacam ini sudah dilakukan sejak Bulan kemarin, kami lakukan perekaman e-KTP di Desa terjauh, dan kemarin, Kamis 21/12 dilaksanakan di SMAN 5 Lapri Bone, ” kata Andi Saharuddin kepada lensasatu.com Jumat (22/12/2023).
Tujuan lain dari kegiatan ini, kata. Andi Sahar, untuk memastikan bahwa seluruh warga Kabupaten Bone terekam data kependudukannya dan pemilih pemula dapat menggunakan hak suaranya pada pemilu tahun 2024
Andi Saharuddin menyebut, syarat untuk perekaman bagi kalangan pelajar cukup membawa Kartu Keluarga.
” Alhamdulillah ini luar biasa semangatnya, upaya yang kami lakukan direspon dengan baik sehingga target perekaman di sekolah dapat optimal, ” Ungkapnya
Ditambahkan Andi Sahar, dari hasil kegiatan di SMAN 5, sebanyak 175 Siswa yang melakukan perekaman e-KTP dan 135 siswa maupun Tenaga pengajar melakukan Aktivasi IKD.
” Semoga program layanan jemput bola ini mampu meningkatkan kepemilikan dokumen adminduk sehingga para pemilih pemula pun dapat menyalurkan hak suaranya pada pemilu yang akan datang sehingga partisipasi pemilih bisa ditingkatkan, ” Harapnya
Menangapi adanya program jemput bola ini kepala Sekolah SMAN 5 Drs.H.Harbin Nur mengaku sangat terbantu. sebab, siswa yang belum merekam, tidak perlu izin di kemudian hari.
Ketika siswa izin meninggalkan sekolah untuk ke kota melakukan perekaman e-KTP, kata dia, selain akan tertinggal jam pelajaran, juga berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Apalagi ketika mereka (siswa) izin tidak ada yang mendampingi atau tidak ada dari keluarga yang menjemput. Ketika terjadi apa-apa, tentu akan menjadi masalah, Desa Patangkai ini berada sekitar 60 kilometer dari Ibukota Kabupaten Bone lumayan jauh, ” jelas H. Harbin
Reporter : Jumardi Ricky
Editor : Ricky













