DaerahSulawesi Tenggara

Menko Pangan Pantau Penyaluran Beras di Sultra, Pemprov Siapkan Cadangan 1 Juta Kg

740
×

Menko Pangan Pantau Penyaluran Beras di Sultra, Pemprov Siapkan Cadangan 1 Juta Kg

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Oktober–Desember 2026.

Kendari – LENSASATU.COM || Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Oktober–Desember 2026. Bantuan diberikan sekaligus sebanyak 30 kilogram per KPM dan menyasar masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.

Penyaluran bantuan pangan beras tahap kedua di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi bagian dari kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kendari. Untuk mengantisipasi kebutuhan pasokan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menyiapkan cadangan 1 juta kilogram (kg) beras.

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan beras secara simbolis di kawasan Eks MTQ Kendari, Selasa (6/10/2026). Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyerahkan bantuan beras kepada warga penerima manfaat.

Khusus di Kota Kendari, bantuan pangan tersebut diberikan kepada 750 penerima manfaat. Masing-masing menerima beras sebanyak 5 kilogram dalam penyerahan simbolis.

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah menyiapkan kebijakan bantuan pangan beras sebagai langkah menghadapi kenaikan harga pangan memasuki musim kemarau.

BACA JUGA :  Keluarga Pasien Meninggal Komplain, Simak Penjelasan Pihak BLUD Tenriawaru

Bantuan tersebut berupa 1 juta ton beras untuk sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.

Setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember. Bantuan tersebut akan disalurkan sekaligus sehingga setiap penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

“Yang desil 1 sampai desil 4 akan mendapatkan 10 kilo kali tiga bulan, Oktober, November, Desember, dirapel sekaligus 30 kilo,” kata Zulkifli Hasan.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan 1 juta ton beras subsidi yang akan disalurkan melalui pasar-pasar tradisional. Beras tersebut akan dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram sebagai bagian dari operasi pasar untuk menjaga agar harga beras tetap terkendali di tengah kondisi musim kemarau.

Zulkifli Hasan juga mengimbau pemerintah daerah, baik gubernur, bupati maupun wali kota, untuk memperbanyak pelaksanaan pasar murah. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

BACA JUGA :  Reses Masa Sidang ll Tahun 2025, Momentum Anggota DPRD Serap Aspirasi Konstituen

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan mulai berjalan dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah proses administrasi dan pencairan anggaran selesai.

Selain bantuan pangan, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya swasembada pangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah juga akan memperkuat sektor perikanan melalui pembangunan 5.000 kampung nelayan secara bertahap, termasuk penyediaan balai lelang, cold storage, pabrik es, SPBN dan fasilitas pendukung lainnya.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan 40.000 unit bioflok tematik untuk mendukung kemandirian pangan di tingkat desa.

“Setiap desa harus mandiri pangan, cukup karbohidrat dan cukup protein,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan bersama jajaran ke Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi bentuk perhatian dalam memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan kebijakan nasional di bidang pangan.

“Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus salah satu indikator utama kesejahteraan,” ujar Gubernur.

BACA JUGA :  Malam Ramah Tamah Kec Bengo, AAS Community Hadirkan Artis Ibu Kota

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur melaporkan sejumlah capaian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam menjaga stabilitas pangan.

Untuk penyaluran bantuan pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026, dari target 324.272 penerima manfaat atau sebanyak 9,72 juta kilogram, telah terealisasi sebanyak 9,47 juta kilogram atau 97,42 persen.

Sementara penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari target 16,21 juta kilogram telah terealisasi sebanyak 24,67 juta kilogram atau 152,29 persen. Capaian tersebut disampaikan Gubernur sebagai capaian tertinggi di Indonesia.

Selain itu, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 230 kali di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan 750 kilogram beras untuk mendukung kebutuhan penyaluran. Pemprov Sultra juga menyiapkan cadangan sebanyak 1 juta kilogram apabila kebutuhan meningkat.

Usai penyerahan bantuan secara simbolis, Zulkifli Hasan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di kawasan Eks MTQ Kendari.

Editor:redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *