BONE, LENSASATU.COM || Suasana memanas di Gedung DPRD Bone, Selasa (12/8/2025), saat ratusan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone memprotes kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang mereka klaim mencapai 300 persen.
Sekitar pukul 14.30 WITA, ketegangan memuncak ketika massa mencoba menerobos masuk ke ruang rapat paripurna melalui pintu belakang.
Kemudian Aksi saling dorong dengan aparat tak terhindarkan hingga kaca pintu pecah di bagian bawah.
“Kami hadir untuk memastikan DPRD benar-benar menjalankan fungsi pengawasan. Kenaikan PBB ini tidak manusiawi dan harus dibatalkan,” tegas Andi Miftahul Amri, Ketua HMI Cabang Bone sekaligus penanggung jawab aksi.
Sebelumnya, massa yang dipimpin Andi Miftahul Amri, Sekretaris HMI Muhammad Aslam Asnur, dan Jenderal Lapangan Arfah ini membawa spanduk bertuliskan.
“Tolak Kenaikan PBB, PBB Pajak Bumi untuk Beramal, Beramal Bermahal” sambil berorasi di halaman DPRD Bone.
Pukul 14.48 WITA, Ketua Komisi IV DPRD Bone Andi Muhammad Salam menemui massa.
“Terima kasih sudah datang ke rumah kita bersama. Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti dan sampaikan ke pimpinan DPRD,” ujarnya di hadapan pengunjuk rasa.
Hearing kemudian digelar pukul 15.40 WITA di ruang Badan Anggaran DPRD, dihadiri Ketua DPRD Andi Tenri Walinonong dan anggota Komisi IV.
Setelah melakukan diskusi, DPRD menyatakan akan mendesak Pemkab Bone untuk tidak menaikkan PBB-P2, mengkaji ulang NJOP dan tarif pajak, serta menyiapkan skema keringanan bagi kelompok rentan.
“Kami berkomitmen mengawasi setiap kebijakan agar sesuai aturan. Kenaikan PBB-P2 tahun ini tidak memenuhi asas legalitas penetapan, sehingga harus dibatalkan atau ditunda,” tegas Andi Tenri Walinonong.
Selanjutnya usai dari DPRD, massa bergerak ke Kantor Bupati Bone pukul 16.27 WITA. Kepala Bapenda Bone Ir. Muhammad Angkasa yang menemui mereka membantah adanya kenaikan PBB hingga 300 persen.
” Tidak ada kenaikan tarif PBB, yang ada hanya penyesuaian NJOP sesuai zona. Namun kami akui, sosialisasi terkait perubahan ini memang kurang,” jelasnya.
Aksi yang dimulai pukul 14.05 WITA dan berakhir pukul 18.00 WITA itu berlangsung kondusif meski sempat diwarnai insiden pecah kaca di DPRD.














