Pecah Rekor, Muhammadiyah Sultra Kini Miliki 7 Perguruan Tinggi, Dr.Alifuddin : Mari Kita Jaga Bersama

KENDARI-SULTRA, LENSASATU.COM- Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara mengungkap berdirinya 4 (Empat) Institut sekaligus di tahun 2022 dan kini Muhammadiyah Sulawesi Tenggara memiliki 7 (tujuh) Perguruan Tinggi.

Hal tersebut diungkap oleh Sekertaris PW Muhammadiyah Sulawesi Tenggara Dr. Alifuddin.M.Ag pada perhelatan pengajian Ramadhan yang dilaksanakan oleh PW Muhammadiyah di Pondok Tahfidz FAI UM Kendari, “minggu(3/4/22).

Dr. Alif sapaannya, ia menerangkan ungkapan rasa syukurnya kepada Allah yang telah memudahkan segala niat dan langkah perjuangan demi memajukan dakwah Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara.

“Alhamdulillah ditahun 2022 ini Allah memberikan kita Rahmat, dan ini salah satu prestasi untuk kita semua yang ada di Muhammadiyah Seluruh Indonesia, prestasi tersebut ialah Muhammadiyah resmi mendirikan 4 (empat) Institut sekaligus di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan waktu yang ada singkatnya dan ada juga yang tidak singkat dan saat ini Muhammadiyah Sulawesi Tenggara sudah memiliki 7(tujuh) Perguruan tinggi .. kata Sekertaris PWM tersebut.

BACA JUGA :  Kapolres Bone Lantik Tiga Kasat dan Dua Kapolsek 

Diseluruh Indonesia, kemendikbudristek mengeluarkan izin sebanyak 23 perguruan tinggi baru tahun ini , dari 23 izin tersebut ada 8 (delapan)izin untuk Muhammadiyah se-indonesia dan ada 4 (empat) izin untuk pendirian Institut Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara,diantaranya 1. Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah Muna Barat (ITBM) . 2.Institut Teknologi dan Sains Muhammadiyah Kolaka Utara. 3. Institu Sains Teknologi dan kesehatan AISYIYAH Kendari. 4. Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah Kolaka, dan ditambah lagi 3 (tiga) Peguruan Tinggi, yaitu 1. Universitas Muhammadiyah Kendari. 2. Universitas Muhammadiyah Buton. 3. Institut Teknologi dan bisnis Muhammadiyah Wakatobi, sehingga keseluruhan berjumlah 7 (tujuh) Perguruan Tinggi,”ungkapnya, Minggu (3/4/22).

BACA JUGA :  ANPS Resmi Dikukuhkan, Begini Harapan Bupati Bone

Sambung Dr.Alif, Alhamdulillah Tahun ini juga LLDIKTI untuk Sulawesi Tenggara telah mengeluarkan 3 izin prodi untuk perguruan tinggi Muhammadiyah. 2 izin di UM Kendari yaitu Magister Agrobisnis dan Magister IT dan 1 izin Magister lagi untuk UM Buton.

Ketujuh Perguruan Tinggi ini merupakan tanggung jawab kita semua yang ada dalam persyarikatan muhammadiyah, baik itu PP Muhammadiyah,PW Muhammadiyah Sultra ataupun seluruh angkatan muda muhammadiyah tanpa terkecuali, dan wajib bagi kita untuk mensosialisasikan,”tegas Dr.Alifuddin yang Selaku Sekertaris PW Muhammadiyah Sultra.

Sambungnya, Perlu kita ketahui bersama bahwa pendirian Perguruan Tinggi ini menghabiskan banyak anggaran, satu Institut yang didalamnya ada tiga jurusan menghabiskan anggaran 11,5 Miliar, dan apabila ditotalkan 4 (empat) Perguruan Tinggi yang telah keluar izinnya di tahun 2022 tersebut, berarti menghabiskan anggaran sekitar 45 Miliar hal itu diluar dari 3 Perguruan Tinggi lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Bupati Konut H. Ruksamin Menghadiri Secara Langsung Halal Bihalal Masyarakat Muna di Kota Kendari

Perlu saya sampaikan bahwa, dalam 7 (tujuh) Perguruan Tinggi tersebut jika terjadilah koleps maka menjadi tanggung jawab Pimpinan Pusat Muhammadiyah, olehnya itu dalam perjanjiannya disebut, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sehingga terjadinya penutupan perguruan tinggi tersebut maka Pimpinan Pusat akan bertanggung Jawab sepenuhnya dan akan bertanggung jawab pula dengan kondisi mahasiswa didalamnya,” ungkap Dr.Alif.

Perlu kita catat bersama bahwa, secara keseluruhan Muhammadiyah Sulawesi Tenggara sudah Memiliki 7(tujuh) Perguruan Tinggi, 2 (dua) Universitas dan 5 (lima) Institut, dan saat ini untuk wilayah indonesia timur Muhammadiyah Sulawesi tenggara menjadi urutan ke 2 dari Provinsi Sulawesi Selatan,”tutup Dr.Alifuddin minggu (3/4/22).

Reporter:Adyans

Editor:Agus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.