Daerah

Pemkot Kendari Dukung Sosialisasi SPPG, Angka Stunting Sultra Masih 10,5 Persen

205
×

Pemkot Kendari Dukung Sosialisasi SPPG, Angka Stunting Sultra Masih 10,5 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketgam:Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, hadir secara langsung dalam acara sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan, pemantauan, dan pengawasan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kendari – LENSASATU.COM || Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, hadir secara langsung dalam acara sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan, pemantauan, dan pengawasan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Selasa (2/9/2025) malam.

Dalam sambutannya, Sekretaris Satgas Percepatan Pelaksanaan Multisektor Pemberdayaan Gizi MBG Provinsi Sultra, Ari Sismanto, menegaskan pentingnya persoalan gizi dalam pembangunan SDM. Berdasarkan data terkini, sejumlah indikator gizi di Sulawesi Tenggara masih menjadi pekerjaan rumah besar.

BACA JUGA :  15 Anggota BPD Periode 2022 Hingga 2028 dan Anggota BPD PAW Dilantik, Ini Harapan Bupati Bone

Contohnya, angka stunting di wilayah ini masih mencapai 10,5 persen, yang berarti lebih dari satu dari sepuluh anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis.

“Selain itu, kondisi gizi remaja putri juga menunjukkan tantangan yang signifikan dengan angka anemia sebesar 16,4 persen. Ini bukan hanya soal kesehatan individu, tapi juga berimplikasi pada generasi mendatang,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rapat Pemantapan Pasar Murah Terpadu, Ambo Dalle Tegaskan BTT Bukan Untuk Operasional 

 

Ari Sismanto juga memaparkan tentang skor pola pangan harapan (PPH) di Sulawesi Tenggara yang saat ini berada di angka 82,2. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan skor nasional yang sudah mencapai 94,1. Skor PPH ini menunjukkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

“Artinya masyarakat di Sultra makan cukup kenyang, namun pola konsumsi makanannya belum memenuhi kaedah gizi seimbang sesuai visi nasional,” ujarnya.

Menurut Sekretaris Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG Provinsi Sultra permasalahan ini menuntut sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga komunitas masyarakat untuk mengawasi dan memastikan program SPPG berjalan efektif.

BACA JUGA :  Oknum Kepala Desa Benua Utama Diduga Kakitangan, Penyebab Seorang Warga dikeroyok

“Program ini bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Hadir juga dalam sosialisasi ini Direktur SPPG Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Kolonel Artileri Medan Rudi Setiawan.

Editor :red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *