SULTRA, LENSASATU.COM|| Sejak menempuh pendidikan menengah, saya mulai tertarik dengan hiruk pikuk politik. Apalagi mendengar cerita-cerita hebat dari para politisi, semakin membuat saya semangat untuk mempelajari semua aspek dan unsur-unsur ilmu politik. Saking Penasarannya, saya masuk kuliah di jurusan ilmu politik”. Ingatan itu yang tidak pernah dilupakan oleh Arman sehingga menyiapkan diri untuk menata masa depan kampung halamannya melalui kontestasi politik Pemilihan Kepala Desa.
Bagi Arman, menjadi seorang kepala desa bukanlah hal yang mudah. Bukanlah masalah jabatan atau anggaran Desa, melainkan bentuk pengabdian tanpa batas untuk tanah kelahiran. Mengabdi untuk masyarakat, untuk mewujudkan harapan yang selama ini masih belum nampak dipelupuk mata.
Alumni Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah kendari ini pun tidak memungkiri, bahwa masuk bursa Calon Kepala Desa tahun 2023 ini tidaklah mudah. Ditambah lagi usia yang masih relatif muda, berbagi tantangan yang harus ia lewati. Namun, dengan kapabilitas yang ia miliki, Arman yakin bisa meraih tahta kursi cakedes di desanya. Sebab, motivasi seorang pemuda yang sudah cukup lama bergelut di dunia bisnis di ibu kota sulawesi tenggara itu, ingin memantaskan diri menjadi seorang kepala desa sumber rejeki kecamatan watubangga kabupaten kolaka.
Dalam cerita singkat bersama Bung Arman,S.Ip, ia menuturkan “kalau saya ingin mencari uang banyak, sudah pasti saya akan memilih untuk mengembangkan bisnis yang sudah bertahun-tahun saya bangun di kota kendari. Tetapi dengan bisnis ini, saya merasa hanya segelintir orang yang bisa merasakan dampak keberhasilan saya. Seketika itu, nurani saya terpanggil untuk mentasbihkan diri di kampung halaman. Dengan masuk jalur politik, maka saya bisa berbuat banyak hal untuk orang banyak. Khususnya di desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga Kab. Kolaka. Bukan untuk mencoba menjadi calon kepala desa, tetapi saya siap bertarung untuk merebut kemenangan. Pada sejatinya, bertarung untuk menang dan menjawab tatangan zaman modern yang merambah masuk di desa dibutukan peran pemuda dan tokoh kreatif untuk menjawab tantangan zaman modern ini”. Tutur Wakil Ketua bidang KNPI Kolaka ini.
Menurut Arman, dia adalah salah satu kandidat cakedes termuda di desanya. Dengan usia muda, dia percaya diri bisa memenangkan pertarungan. Muda artinya berpotensi dan kreatif. Itu bisa disebut bonus demografi. Pada prinsipnya, desa sumber rejeki memiliki kultur yang heterogen dan perlu persamaan presepsi. Agar apa yang diimpikan sebagai desa maju bisa terwujud.
Untuk menciptakan perubahan yang lebih baik itu sangat penting. Kita butuh bukti dan karya nyata kepada masyarakat. Seorang kepala desa harus mengerti keadaan masyarakatnya dari dasar hati nuraninya. Dan inilah yang akan menjadi salah satu bentuk pengabdian saya kepada masyarakat sumber rejeki kedepan. Saya berharap, masyarakat sumber rejeki bisa memberikan saya amanah untuk memimpin desa ini dan diberi kesempatan untuk berbakti kepada tanah kelahiran saya. Niatan mulia untuk membangun desa dan meniti karir politik akan saya mulai dari sini dan saya akan abdikan diri untuk masyarakat. Tutup Arman.
Laporan: Tim














